Wow! Serunya Menjelajahi Alam Di Demak

By | February 15, 2017

DEMAK, Bongarzonefuneralhome.us – Libur akhir minggu adalah waktu yg sangat ditunggu oleh setiap orang. Masing-masing milik agenda sendiri bagi memanfaatkan waktu luang tersebut.

Bagi para pencinta olah raga ekstrem yg tergabung dalam Kalijogo Jip Community, weekend adalah kesempatan yg ditunggu-tunggu bagi berkumpul dan menjelajah alam bersama.

Komunitas jip yg digawangi oleh Budi Kisyanto akan menggelar lintas alam bersama sejak sepuluh tahun silam, hingga kini telah 40-an anggota yg tergabung di dalamnya.

Latar belakang profesi yg berbeda disatukan oleh hobi mereka yg sama, yakni olah raga ekstrem di tempat terbuka.

“Anggota kalian dari berbagai kalangan, ada TNI, Polri, PNS, politikus, karyawan swasta, maupun pengusaha,” kata Budi Kisyanto, Ketua Kalijogo Jip Community (KJC).

(BACA: Pulo Cinta, Alam Tak Pernah Berhenti Menyajikan Keindahan)

Sabtu (11/2/2017) hingga Minggu (12/2/2017),  Kalijogo Jip Community melakukan perjalanan lintas alam di hutan selatan Kabupaten Demak yg berbatasan dengan wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

“Ini jalur trek baru kok Mas, jadi nanti bersiap bersiap dengan medan yg belum pernah dirambah. Navigator mulai memandu kita,” ungkap Budi.

Benar saja, lahan yg masih perawan adalah bukti bahwa jalur ini belum pernah dilalui kendaraan bermotor sebelumnya. Navigator dengan penuh konsentrasi membuka jalan buat para peserta.

Medan berat dilibas dengan enteng oleh para penggemar olah raga ekstrem ini.  Adrenalin terpacu setiap kali kendaraan melintas di bidang tanah sempit yg berbatasan dengan tebing maupun menyeberangi sungai yg berbatu besar.

KompasTravel yg ikut dalam tour ini merasakan juga tantangan alam setiap kali jeep terperosok di lumpur.

(BACA: Mi Kopyok Pak Dhuwur, Kuliner Favorit di Kota Semarang)

Satu hal yg membuat kagum adalah solidaritas anggota yg bahu membahu ketika ada salah sesuatu jip terperosok ke jurang. Semua pengemudi maupun penumpang turun bagi menarik jip. Tak ada yg berpangku tangan.

Tapi karena medan terlalu curam, jip tidak berhasil diangkat dengan tali. Akhirnya, pengemudi menyiasatinya dengan maju sejengkal demi sejengkal hingga sampai ke tempat yg agak landai.

Jip berhasil kembali ke jalur setelah melewati perjuangan panjang. Adi Pramanto, salah sesuatu jurnalis lokal yg turut serta dalam jelajah alam bersama komunitas jip Demak ini mengungkapkan bahwa ini pengalaman pertamanya melakukan trekking.

Bongarzonefuneralhome.us/ARI WIDODO Konvoi jip dari Kalijogo Jip Community di hutan Jragung Demak. Sabtu (11/2/2017) hingga Minggu (12/2/2017), Kalijogo Jip Community melakukan perjalanan lintas alam di hutan selatan Kabupaten Demak yg berbatasan dengan wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Meski sempat gemetaran ketika kendaraan akan melaju di tanah berlumpur, lama kelamaan Adi akan menikmati sensasi asyiknya goyangan jip di medan khusus tersebut.

“Asyik, adrenalin terpacu. Lebih-lebih kalau jip harus sampai ditarik-tarik dan didorong akibat terperosok ke dalam lumpur,” serunya gembira.

Laki-laki murah senyum itu mengakui, dirinya yg biasa di jalur perkotaan menjadi tambah pengalaman berkat trekking bersama Kalijogo Jip Community ini.

Salah sesuatu dedengkot KJC, Jumain Al Faqir, menyampaikan bahwa trekking telah menjadi hobinya sejak lama.

Tantangan alam terbuka membuatnya makin bersemangat. “Motto kita adalah santun di jalan, garang di hutan,” cetusnya sambil tertawa lebar.

Berangkat dari titik kumpul di Jalan Lingkar Demak pada Sabtu pagi, rombongan KJC yg berusaha menaklukkan hutan Jragung, baru keluar hutan dan singgah di desa terdekat Minggu dini hari.

“Keluar hutan jam 02.00 WIB, itu terbilang cepat, biasanya kalian sampai pagi,” kata Jumain.


Sumber: Travel Kompas