Wisata Semakin Hemat Di Banyuwangi, Kini Tersedia 350 “Homestay”

By | February 4, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Jika ingin liburan hemat dan pengalaman yg yang lain ketika wisata di Banyuwangi, menginap di homestay dapat menjadi pilihan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan ketika ini ada sekitar 350 homestay di Banyuwangi.

“Saat ini ada sekitar 350 homestay yg sebagian juga dikelola oleh Bumdes,” katanya ketika peluncuran Banyuwangi Festival (B-Fest) 2017 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapto Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (3/1/2017).

Sebelumnya ia menuturkan ada 72 event yg tercantum di B-Fest 2017. Namun, lanjutnya, masih banyak event yang lain yg digelar secara mandiri oleh masyarakat. Ia juga menekankan, penyelengaraan B-Fest 2017 berbasis komunitas.

“Basis pengembangannya adalah komunitas yg dilibatkan pada event Banyuwangi Festival. Jadi intinya adalah festival bukan cuma sekedar bagi pariwisata tetapi juga alat konsolidasi bertemunya rakyat dan juga stakeholder,” jelasnya.

(Baca juga: Liburan Sepanjang Tahun di Banyuwangi, Ada 72 Event di B-Fest 2017)

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan bahwa tahun ini yaitu tahun pemerataan. Ia berpendapat bahwa Kabupaten Banyuwangi telah melakukan hal tersebut dengan salah satunya mendirikan homestay yg dikelola oleh masyarakat.

“Laporannya ketika ini telah ada 200 lebih homestay yg ada di Banyuwangi yg pastinya ini menunjang pengembangan pariwisata di Banyuwangi,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mendirikan homestay khusus buat backpacker. “Penginapan ini sengaja kalian bangun karena telah semakin banyak wisatawan yg tiba ke Banyuwangi, termasuk para backpackers,” kata Anas di Banyuwangi, Minggu (29/9/2013).

Konsep penginapan khusus backpackers itu sederhana, hijau dengan banyak tanaman, dan kamar-kamar yg praktis, sehingga cocok buat tempat istirahat untuk mereka yg mulai menuju atau telah tiba dari Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Pantai Sukamade, perkebunan kopi, dan destinasi wisata lainnya di kabupaten setempat.

Penginapan bagi backpackers tersebut berada di Jalan Ahmad Yani 110  Banyuwangi dengan tarif penginapan cuma Rp 50.000 per malam dan kapasitasnya sebanyak 28 orang. Penginapan tersebut dilengkapi lukisan-lukisan tentang alam dan sejarah Bumi Blambangan Banyuwangi.

(Baca juga: Pemkab Banyuwangi Bangun Penginapan buat Backpacker)

Tantangan akses

Arief berharap buat mendukung konektivitas, Bandara Banyuwangi mampu menjadi bandara Internasional sehingga jumlah kunjungan wisatawan mampu meningkat drastis.

“Jika telah ada bandara internasional, maka Banyuwangi mulai menjdi destinasi wisata utama. Natural dan culture telah bagus tetapi lemah di akses ya sama saja. Tapi aku mampu laporan seandainya penerbangan dari Jakarta mampu segera ke Banyuwangi pada April tahun ini. Jadi intinya selesaikan aksesnya,” jelas Arief.

Sementara itu, Anas menambahkan bahwa tantangan terbesar pariwisata Banyuwangi selama ini adalah perbaikan infrastruktur. Ia mencontohkan akses jalan ke destinasi wisata Teluk Ijo yg terkendala karena masuk kawasan taman nasional.

“Untuk mempromosikan Banyuwangi yg menjadi humas bukan lagi cuma staf tetapi juga masyarakat. Berkali-kali kalian juga di protes di media sosial tetapi protes tersebut kita jadikan evaluasi bagi menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.


Sumber: Travel Kompas