Wisata Religi Di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua Yang Bisa Dikunjungi

By | March 22, 2017

LASEM, Bongarzonefuneralhome.us – Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia mampu dengan gampang diliihat di Desa Karangturi.

Arsitektur ala selatan Tiongkok mampu ditemukan pada bangunan yg masih kokoh berdiri. Tak cuma itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk “China Kecil” itu.

BACA: Kurang dari Rp 600.000, Bisa Liburan ke Lasem Gaya Backpacker

Ada tiga kelenteng tua yg mampu dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda.

KompasTravel dua waktu dulu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya.

Bongarzonefuneralhome.us / GARRY ANDREW LOTULUNG Kelompok Sekar Laras memainkan musik gamelan di pelataran Klenteng Cu Ang Kiong, Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (11/3/2017). Pergelaran gamelan di kelenteng rutin diadakan ketika menyambut acara-acara hari kebesaran. Salah satunya adalah Cap Go Meh.

1. Klenteng Cu Ang Kiong

Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter. 

Dari halaman kelenteng kelihatan ukiran-ukiran aksara China, beberapa buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yg masih berdiri menjulang di halaman kelenteng.

Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yg berhubungan dengan laut, merupakan Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yg berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut yang berasal Fujian.

BACA: Liburan ke Lasem? Ini Panduan Transportasinya…

Di dalam kelenteng, terdapat altar penting penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat dua mural.

2. Kelenteng Gie Yong Bio 

Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem.

Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil.

Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yg berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan.

BACA: Mencicipi Segarnya Coca-Cola ala Jawa di Lasem

Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio milik gerbang pintu masuk yg berukirkan aksara China. 

Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih mampu kelihatan dengan cukup jelas.

3. Kelenteng Poo An Bio

Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meskipun tidak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya.

BACA: Yuk, Berburu Foto Instagramable di Lasem

Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yg kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan.

Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yg bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di beberapa kelenteng lainnya.


Sumber: Travel Kompas