Wisata Ke Bromo, Jangan Lupa Cicipi Nasi Aron Khas Tengger

By | March 29, 2017

PROBOLINGGO, Bongarzonefuneralhome.us – Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tidak cuma menjual pemandangan tiada duanya.

Warga Tengger yg menghuni lereng Bromo juga memiliki kuliner andalan yg nikmat dan menyehatkan. Apa itu? Nasi aron.

Nasi aron suku Tengger ini dari jagung putih yg ada di lahan lereng Bromo, mirip dengan nasi putih kebanyakan. Bedanya, nasi aron Tengger bikin kenyang tahan lama, tidak cepat basi bahkan hingga seminggu, dan rasanya lebih gurih.

Sayangnya, nasi aron kini akan ditinggalkan karena dianggap tak praktis. Padahal, nasi aron adalah masakan khas yg selain gurih, juga bagus bagi kesehatan.

Warga yg telah sepuh masih ada yg tetap membuatnya. Salah satunya Mbah Lamsia (70), warga Pedukuhan Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Bagaimana membuatnya?

Menurut Lamsia, siapkan lalu bahan jagung putih yg panennya 4-5 bulan sekali. Jagung dipipil, selalu ditumbuk sampai setengah halus dan direndam dalam air selama kurang lebih empat hari.

Setelah direndam, dijemur sampai kering. Pengeringan butuh waktu lama karena Sukapura bersuhu sejuk dan dingin.

Setelah kering, jagung ditumbuk lagi hingga halus dan disaring. Lantas, direbus setengah jam dan diangkat serta disiram dengan air panas serta diaroni. Selesai diaroni, direbus lagi tiga puluh menit lamanya hingga matang.

“Bentuk nasi aron mampu dibuat macam-macam sesuai selera pembuat. Kalau warga Tengger sukanya nasi aron dikepal. Disimpan dengan benar, mampu tahan seminggu. Enggak basi.”

“Biasanya, penyajian nasi aron bersama dengan makanan pendamping yang lain seperti sayur daun ranti, tahu, campuran kentang dengan tahu, tempe, dan ikan laut,” ujar dia.

Menurut Lamsia, sambal terasi mulai melengkapi nasi aron.

Camat Sukapura Yulius Christian mengatakan, supaya tak punah, nasi aron tidak jarang disajikan kepada tamu, baik tamu kedinasan maupun keluarga dan relasi. Nasi aron mampu dijual ke wisatawan selain Bromo yg telah terkenal.

Yulius menyebut campuran nasi aron yg gurih dan sayur daun ranti yg pahit dapat menurunkan kolestrol dan mengobati diabetes. Tak cuma itu, paduan nasi aron dengan sambal pedas bisa menahan lapar hingga berjam-jam.

“Pemkab berupaya dan membudayakan nasi aron di kalangan masyarakat Probolinggo. Salah sesuatu caranya dengan menyajikan nasi aron ini pada tamu.”

“Selain menjamu tamu dengan baik, nasi aron mampu dikenalkan kepada mereka. Agar lebih menarik, nasi aron kami lengkapi dengan sayur dan ikan laut dan asin, parutan kelapa, dan pelengkap lain,” ujarnya.

Menurut Yulius, nasi aron jarang tersedia di warung-warung. Oleh karena itu, pihak kecamatan bekerja sama dengan pihak perhotelan agar menyediakan nasi aron sebagai promosi dan pemasaran. Warung-warung kecil juga dirayu agar menjual nasi aron.


Sumber: Travel Kompas