Tri Sebut Ingin Fokus Ke 4G Belum Lirik 4.5G

By | January 25, 2017

Operator selular Tri nampaknya belum melirik manakala operator yang lain berbondong-bondong mengimplementasikan teknologi 4.5G. Sebut saja seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Smartfren yg sudah menerapkan teknologi tersebut. Tri beralasan ingin fokus terhadap layanan 4G miliknya.Menurut Wakil Direktur Utama Tri Indonesia, M. Danny Buldansyah, bagi mengimplementasikan teknologi 4.5G dibutuhkan juga perangkat mobile yg mendukung. Sementara, perangkat yg tersedia ketika ini belum begitu banyak.”Perangkat yg mendukung belum banyak, jadi kalian belum ingin melakukan itu. Kita ingin fokus ke layanan 4G yg maksimal,” kata dia kepada awak media di Jakarta, Selasa (24/1).Selain itu, dari sumber daya yg dimiliki Tri pun kurang mendukung bagi dilakukannya uji mencoba 4.5G. Pasalnya, bagi melakukan gelaran 4.5G dibutuhkan setidaknya lebar pita 20 MHz di frekuensi 1.800 MHz. Sementara Tri cuma memiliki 10 MHz atau lebih kecil daripada yg dimiliki oleh operator selular lainnya.”Untuk yg di frekuensi 1.800 MHz yg milik lebih dari 20 Mhz itu masih bisa. Di frekuensi itu kami cuma ada 10 MHz. Tapi kalau kami, harus melakukan carrier aggregation. Pun kalau kita harus melakukan carrier aggregation, pelanggan 3G mulai dikemanakan? 3G kita kan harus tetap jalan,” tuturnya.”Habislah kalau itu dipakai. Buat apa pelanggan yg di-service gak ada kalau hanya bagi demo doang,” kata Danny.Sekadar informasi, ketika ini Tri cuma memiliki 10 MHz di spektrum 1.800 MHz dan 10 MHz lagi di 2.100 MHz. Total sumber daya yg mereka miliki sebesar 20 MHz. Detailnya, dari 20 MHz itu dibagi lagi buat menggelar jaringan. Di jaringan 2G memiliki lebar pita 5 MHz, 3G ada 10 MHz, dan terakhir 4G cuma dipakai 5 MHz.Baca juga:
Secara bertahap, Tri akan matikan jaringan 2G
Tri rilis program Isi Ulang Enjoy beri kejutan berlipat
Indosat Ooredoo dan Thuraya kembangkan layanan baru lewat satelit
Indosat Ooredoo sebut sejak tahun 2016 terapkan teknologi 4.5G
Indosat Ooredoo rangkul komunitas drone
Smartfren minat sisa frekuensi 2,3 GHz yg mulai dilelang


Sumber: Merdeka