Terancam Punah, Hindari Hidangan Laut Ini Untuk Dikonsumsi

By | February 27, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Bukan cuma karena faktor kenikmatan dan kesegaran, faktor lingkungan juga patut diperhatikan sebelum membeli atau mengonsumsi hidangan laut. Sebab dua macam ikan atau satwa laut termasuk langka dan hampir punah.

“Makanan laut yang lain yg baiknya tak dikonsumsi adalah macam komoditas yg stoknya di alam telah mengalami pemanfaatan berlebih, yg telah dimasukkan ke dalam daftar dilindungi, dan cara pemanfaatannya merusak lingkungan,” kata Fisheries and Aquaculture Improvement Program Manager WWF Indonesia, Abdullah Habibi ketika dihubungi KompasTravel, Minggu (26/2/2017). 

Abdullah menyampaikan WWF Indonesia sebenarnya sudah launching aplikasi yg bisa di download di Playstore sebagai rekomendasi komoditas yg baik bagi dikonsumsi dari sisi lingkungan. Aplikasi tersebut bernama WWF Seafood Advisor.

(BACA: Saat Imlek, Mengapa Tak Perlu Makan Sup Sirip Ikan Hiu?)

Dari aplikasi tersebut satwa laut mulai dibagi menjadi tiga kategori yakni yg harus dihindari buat dikonsumsi, baik bagi dikonsumsi tapi harus diperhatikan cara penangkapan atau budidaya, dan terakhir kategori pilihan terbaik bagi dikonsumsi.

Dari aplikasi tersebut, kategori makhluk laut yg harus dihindari bagi dikonsumsi karena populasinya menurun drastis adalah: 

1. Ikan Kambing-Kambing

2. Dugong

3. Ikan Kerapu

4. Ketam Kenari

5. Ikan Lemuru

6. Pari

7. Pari Manta

8. Sotong

9. Ikan Tembang

10. Ikan Teri Jengki

11. Teripang

12. Ikan Tongkol Abu-Abu

13. Ikan Tuna Albakor

14. Ikan Tuna Mata Besar

15. Ikan Tuna Sirip Kuning

Diluar daftar tersebut adalah penyu, hiu, dan ikan napoleon.

Untuk produk budidaya, Abdullah menjelaskan cara budidaya yg kurang ramah lingkungan adalah hasil dari cara budidaya supra intensif dengan tak memakai IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan tak memakai bibit dari hatchery (panti benih), sehingga produknya tidak direkomendasikan.


Sumber: Travel Kompas