Taman Wisata Bakau, Destinasi Wisata Baru Di Gresik

By | February 4, 2017

GRESIK, Bongarzonefuneralhome.us – Berawal dari usaha bagi mencegah abrasi pantai, warga dan para nelayan yg berada di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, sepakat buat menanam pohon mangrove sejak dua tahun lalu.

Namun tanpa disangka, keberadaan hutan mangrove tersebut kini digemari oleh para warga Gresik dan sekitarnya, yg kemudian menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru yg ada di Gresik.

“Usaha penanaman mangrove telah akan sejak 17 tahun lalu, dengan tujuan buat menghindari abrasi pantai. Dan lama-kelamaan banyak mangrove baru yg tumbuh, yg menjadikannya seperti sekarang. Menarik minat orang buat berkunjung,” tutur Ketua Rukun Nelayan Tirtabuwana Banyuurip, Makpul (63), Jumat (3/2/2017).

Pria yg didapuk menjadi ketua pengelola Taman Wisata Mangrove tersebut menceritakan, destinasi wisata pohon mangrove ini berada di luas lahan sekitar 2 hektar, dengan dilengkapi fasilitas tiga gazebo dan area jogging track.

“Para pengunjung mampu menelusuri jalan setapak yg terbuat dari kayu, dengan pemandangan hutan mangrove dan perahu nelayan yg berjajar,” jelasnya.

Tidak cuma pohon mangrove, para pengunjung juga disuguhi pemandangan pohon cemara di kiri dan kanan jalan, begitu berada di pintu masuk. Setelah itu pengunjung mulai melihat area pembibitan pohon cemara dan mangrove, yg berjumlah kurang lebih 60 ribu bibit.

Dengan letak sekitar 35 kilometer dari Kota Surabaya atau sekitar 23 kilometer dari Kota Gresik menuju ke arah utara, kawasan ini akan menjelma sebagai destinasi wisata baru dengan pengunjung yg diklaim selalu meningkat.

“Kalau hari libur, biasanya ada sekitar enam ratusan pengunjung. Bahkan pada Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada sebanyak 1600 pengunjung yg tiba berkunjung ke sini,” beber Kepala Desa Banyuurip, Ihsanul Haris.

Para warga dan nelayan setempat juga bertekad, menjadikan Taman Wisata Mangrove ini sebagai destinasi wisata baru di Gresik, dengan menawarkan panorama pesisir laut yg berpadu dengan rimbunnya hutan Mangrove. Untuk itu, bakal ditambahi berbagai fasilitas yang lain bagi menarik orang.

“Dengan dukungan Pemkab setempat, kita ingin kawasan ini bagi diperluas. Pemkab telah setuju, dengan mulai dibangun dua wahana baru. Sementara pengadaan pantai pasir putih, masih dalam tahap perencanaan,” terangnya.

Area jogging track yg ketika ini masih sepanjang 250 meter, direncanakan bakal diperpanjang menjadi 600 meter sampai masuk ke kawasan laut. Begitu juga dengan jumlah gazebo yg ketika ini masih tercatat tiga unit, bakal langsung ditambah.

Pemkab Gresik menilai, pengembangan Wisata Taman Mangrove di Desa Banyuurip cukup layak bagi didukung. Selain dapat memajukan nama daerah, juga dianggap mulai dapat mendatangkan manfaat untuk masyarakat sekitar dan meningkatkan kesejahteraan buat warga serta para nelayan.

“Saat ini telah sangat bagus. Tanaman mangrove tumbuh lebat dan tampak indah. Tempat ini cocok buat destinasi wisata baru untuk masyarakat, khususnya mereka yg suka menikmati wisata alam. Kalau kawasan ini selalu meningkat dengan dikunjungi banyak wisatawan, tentu saja mulai berimbas kepada kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucap Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, di sela kunjungannya ke Taman Wisata Mangrove di Desa Banyuurip.

Untuk dapat sampai ke lokasi Taman Wisata Mangrove di Desa Banyuurip, para pengunjung dapat melewati jalur utara menuju Wisata Pasir Putih Dalegan. Kawasan ini sendiri dibuka setiap hari, dari akan pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, dengan tiket masuk Rp 10.000 per orang.


Sumber: Travel Kompas