Silangit Berbenah Menjadi Bandara Internasional

By | February 24, 2017

MEDAN, Bongarzonefuneralhome.us – Bandara Silangit naik kelas. Bandara yg dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu telah diputuskan melalui meeting kabinet terbatas pekan lalu, bakal ditingkatkan menjadi bandara internasional pada 2018.

“Karena itu, perpanjangan landasan dari 2.200 meter menjadi 2.650 meter dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal langsung dituntaskan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Karena status Bandara Silangit yg berlokasi di Siborongborong, Tapanuli Utara, itu menjadi internasional, maka mulai dibuat Customs, Imigration, Quarantine, Port (CIQP) merupakan prosedur kepabeanan, imigrasi, karantina dan lain-lain pihak yg terlibat.

(BACA: Perlu Taksi dari Bandara Silangit ke Danau Toba? Ini Daftar Harganya…)

“Semua bandara yg masuk dalam pengembangan 10 Bali Baru atau 10 Top Destinasi Prioritas diproyeksikan menjadi bandara internasional,” kata Arief Yahya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Sebanyak 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates dibawa keliling ke Danau Toba di Sumatera Utara yg yaitu danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yg di tengahnya ada Pulau Samosir.

Dari 10 Top Destinasi Prioritas itu yg belum memiliki bandara internasional adalah Danau Toba (Sumut), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai Maltara.

Sementara bandara di wilayah Joglosemar atau Jogja-Solo-Semarang telah berstatus bandara internasional. Khusus buat Bandara Adisutjipto di Yogyakarta telah dinilai tidak dapat menampung penumpang.

Oleh karena itu Presiden Joko Widodo telah meletakkan batu pertama pembangunan bandara baru di Kulonprogo buat mendukung destinasi Joglosemar dengan ikon Borobudur.

“Bandara Silangit bakal naik kelas. Ini kabar yg bagus bagi percepatan destinasi Danau Toba di mana ketika ini Badan Otorita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras,” kata Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yg didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, Arie Prasetyo, pada hari yg sama.

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi sesuatu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) makin gencar membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi telah berkali-kali menyampaikan buat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yg sebelumnya tak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang telah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujar Hiram.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Boneka sigale-gale raksasa hendak dilarung di Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (7/9/2014).

Pembenahan insfratruktur selalu dilakukan. Tahapannya telah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit bagi mengejar kapasitas 500.000 penumpang. Target renovasi selesai April 2017.

”Landasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura II. Prosesnya malah mulai dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit telah dapat diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018 Bandara Silangit telah dapat kami usulkan menjadi bandara internasional,” ujar Arie Prasetyo.

Dari paparan Arie, Bandara Silangit sangat mungkin dipromosikan menjadi bandara internasional. Dasarnya adalah Peraturan Kementerian Perhubungan RI yg menyebutkan bahwa mampu diusulkan karena adanya perubahan dalam hal posisi perkembangan pariwisata yg cukup besar. “Itulah alasannya,” kata Arie.

Dari sisi pasar, lanjut Arie, pasar juga sangat mendukung. Wilayah Danau Toba secara kawasan menjadi kunjungan penting wisatawan ke Sumut yg presentasenya mencapai 73 persen.

Umumnya wisatawan itu tiba dari kawasan Asia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam. “Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun dahulu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Sebanyak 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates dibawa keliling ke Danau Toba di Sumatera Utara yg yaitu danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yg di tengahnya ada Pulau Samosir.

Setelah Silangit menjadi bandara internasional, Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tak lagi melalui Bandara Kualanamu. Wisatawan mulai diarahkan segera terbang ke Silangit.

“Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit dapat ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, supaya hari itu juga mereka dapat menikmati alam Danau Toba,” ujarnya. (*)

Sumber: Travel Kompas