Seperti Apa Cara Pencatatan Wisman Lintas Batas Dengan Data Roaming?

By | February 1, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Mulai bulan Oktober tahun 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan metode penghitungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan bantuan Big Data Roaming Selular.

Hal itu dikerjakan buat mencatat kunjungan wisman di perbatasan Indonesia yg tidak terjangkau oleh petugas imigrasi dan BPS.

Seperti apa metode pencatatan wisman dengan bantuan Big Data Roaming Selular? Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Sasmito Hadi Wibowo memaparkan metode tersebut ketika bertemu dengan wartawan.

Sasmito menyampaikan metode Big Data Roaming Seluler adalah kerja sama BPS dengan Kementerian Pariwisata dan Telkomsel. BPS mencatat kunjungan wisman berdasarkan penggunaan seluler di perbatasan wilayah Indonesia.

“Yang kami gandeng Telkomsel dengan market share 92 persen di perbatasan. Oktober itu akan disuplai data (wisman lintas batas) dari Kementerian Pariwisata dan Telkomsel. Kenapa kalian masukkan? Karena sesuai dengan rencana strategis BPS buat peningkatan kualitas statistik dengan teknologi informasi,” kata Sasmito di Kantor BPS, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Kristian Erdianto/Bongarzonefuneralhome.us Suasana perkampungan nelayan di pinggir sungai Leboyan, Kapuas Hulu.

Adapun penggunaan Big Data Roaming Seluler digunakan pada 19 kabupaten yg tidak memiliki Pos Lintas Batas dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Kabupaten tersebut adalah Natuna (Kepulauan Riau), Sanggau (Kalimantan Barat), Malaka (Nusa Tenggara Timur), Bengkayang (Kalimantan Barat), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), Pelalawan (Riau), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Rokan Hilir (Riau), Indragiri Hilir (Riau).

Berikutnya Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat), Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Lingga (Kepulauan Riau), Malinau (Kalimantan Utara), Boven Digul (Papua), Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Keerom (Papua), Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), dan Pegunungan Bintang (Papua).

“Prasyarat utamanya, wisatawan harus tetap memakai nomor selular yang berasal negaranya saat memasuki wilayah Indonesia juga pengunjung pernah tersambung dengan jaringan operator selama berada di area pemantauan,” lanjut Sasmito tentang konsep pencatatan wisman lintas batas dengan metode Big Data Roaming Seluler.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Salah sesuatu sudut pantai di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dengan latar Tanjung Wora yg kelihatan dari arah dermaga.

Wisman yg dicatat dengan metode tersebut misalnya, penduduk Malaysia yg masuk lewat pos lintas batas dan melakukan roaming di jaringan Telkomsel. Wisman yang lain juga dapat dicatat yakni yg memakai nomor negara yang berasal masuk melalui pos lintas batas. 

“Jika dia roaming di jaringan Telkomsel, dicatat sebagai wisman selama tak terdeteksi di wilayah yang lain di Indonesia pada hari-hari sebelumnya,” tambahnya. 

Untuk pemegang kartu di lintas batas yg terkena sinyal Telkomsel dan wisman yg bekerja di Indonesia dalam sebulan berturut-turut selama tujuh hari dan 20 hari memakai roaming, tidak dicatat sebagai wisman.

Wisman yg masuk ke Indonesia tidak melalui pos lintas batas dan terdeteksi sebelumnya ada di wilayah yang lain di Indonesia juga tidak dicatat sebagai wisman.


Sumber: Travel Kompas