Sensasi “Rafting” Di Sungai Bogowonto, Arus Tenang Tetapi Mengejutkan

By | February 20, 2017

PURWOREJO, Bongarzonefuneralhome.us – Jawa Tengah ternyata menyimpan banyak sungai besar yg menarik bagi diarungi. Selain Sungai Elo-Progo yg ada di Magelang, mengarungi Sungai Bogowonto di Purworejo ternyata tidak kalah serunya.

Bagi Anda penyuka olahraga pemacu adrenalin seperti rafting, sungai ini memiliki sensasi tersendiri ketika mengarunginya. KompasTravel berkesempatan menaklukkan jeram demi jeram Sungai Bogowonto ketika acara famtrip media dan blogger oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah, Rabu (15/2/2017).

BACA: Dulu Dianggap Angker, Sungai Progo Kini Jadi Lokasi Rafting

Sungai yg membatasai Kabupaten Purworejo dan Yogyakarta ini memiliki topografi yg beragam, seperti palung dan jeram batu besar.

“Serunya di Sungai Bogowonto ini selain ada DAM, macam batuannya dua karst, tidak cuma andesit dan endapan. Jadi pemandangannya pun lebih bagus, dan kelokan-kelokannya ekstrem,” ujar Sayful Muzam, salah sesuatu pengelola sekaligus skipper (pemandu) rafting.

Wisatawan memulai petualangan dari Jalan Ir Juanda Ring Road Utara No 2, Purworejo, sebagai meeting point. Dari sana, wisatawan dibawa memakai angkot ke basecamp pertama, merupakan Pasar Bohiliwung. Titik start rafting berada persis di belakangnya.

Terlihat air sungai yg berwarna coklat akibat derasnya hujan semalam. Permukaannya pun cenderung tenang. Setelah selesai pemanasan dan dua teknik dasar mengarungi jeram, Sayfull Muzam pun akan memimpin kelompok wisatawan.

Bongarzonefuneralhome.us/Muhammad Irzal Adiakurnia Wisatawan yg mengikuti rafting di Sungai Bogowonto, Purworejo mulai memulai kembali perjalanannya setelah sempat terhenti karena tidak mampu melewati DAM setinggi tima meter, alhasil harus berjalan melalui sisi sungai, Rabu ( 15/2/2017). Operator rafting memprediksi DAM tertinggi di Sungai Bogowonto itu sedang kurang aman dilalui wisatawan akibat debit air tinggi.

Pada 200 meter pertama wisatawan disambut arus tenang, pemandangan awan, dan pepohonan yg rindang. Rafting itu pun terasa hampir membosankan karena Sungai Bogowonto seolah berdamai dengan rombongan wisatawan yg terbagi dalam tiga perahu.

Namun, tidak lama kemudian, kelihatan air beriak yg menandakan adanya jeram di depan mata, skipper (pemandu rafting) pun memberi aba-aba buat siap bahwa permainan baru dimulai. Jeram-jeram di sungai ini cenderung panjang, saling sambung-menyambung, sehingga wisatawan harus terus waspada.

Terdapat dua jeram berbentuk pillow atau jeram yg tersembunyi di balik air, seolah tidak terlihat. Air yg tenang pun kerap menyembunyikan jeram yg menantang.

BACA: Menjajal Derasnya Arus Sungai Terbaik buat Rafting di Jateng

Seketika perahu yg KompasTravel naiki pun terombang-ambing di sebuah jeram bernama junglo. Dua orang anggota terpental dari perahu dan sempat hanyut dua meter, beruntung skipper dan sesuatu orang rescue belum terlambat melemparkan tali, sehingga mampu ditarik mendekat ke perahu.

“Tangkap talinya! Pakai pegangan dayungnya bagi nyambil tali itu,” ujar Sayful. Kurang dari lima menit pun beberapa wisatawan yg hanyut kembali di atas perahu.

Sesampainya di tengah perlintasan, wisatawan disambut oleh DAM terbesar di sungai ini. Beberapa tim mendiskusikan dulu apakah mulai melewati DAM ini atau tidak. Ternyata perintah dari tim rescue ialah menepi, karena debit air tidak aman bagi melintasi DAM setinggi tiga meter tersebut.

Bongarzonefuneralhome.us/Muhammad Irzal Adiakurnia Karakter jeram yg melebar dan panjang Sungai Bogowonto membuat perahu wisatawan sempat berputar dan terbaik. Semua wisatawan dalam perahu yg dinaiki KompasTravel pun terpencar di aliran sungai, untungnya kurang dari lima menit, sesuatu persatu berhasil diamankan oleh tim rescue, Rabu (15/2/2017).

Wisatawan pun menepi, melewati DAM tersebut dengan berjalan di sisi sungai, seraya berfoto ria dengan latar belakang rintangan tersebut.

“Debit air belum aman, karena di bawah DAM ada pusaran hidrolik statik yg berbahaya saat debit air besar,” ujar sang skipper. Ia pun menyarankan waktu yg cukup aman melewati DAM tersebut sekitar bulan April-Mei, di mana debit air cenderung cukup dan stabil.

Sekitar 400 meter sebelum finish, wisatawan dikejutkan dengan jeram kedung wadas. Karakter jeram yg melebar dan panjang membuat perahu sempat berputar dan terbaik. Semua wisatawan dalam perahu yg dinaiki KompasTravel pun terpencar di aliran sungai.

Sungai Bogowonto seolah mempertontonkan kegagahannya. Stigma rafting yg membosankan di awal pun sirna. Untungnya sesuatu per sesuatu anggota kelompok pun mampu diamankan. Ada yg terperangkap di dalam perahu, ada yg berpegangan erat di sisi perahu, juga ada yg hanyut dua meter.

“Wahana seru! Ternyata air yg tenang di sini suka menipu. Sampai aku hanyut beberapa kali,” ujar Aji, salah sesuatu wisatawan yg ikut Famtrip Dinporapar Jawa Tengah, Rabu (15/2/2017).

BACA: Rafting di Sungai Ayung, Meliuk-liuk di Celah Batu Terjal…

Lukisan alami yg eksotik di tebing-tebing batuan karst pun menandakan finish yg telah dekat. Arus tenang sepanjang 50 meter di akhir perlintasan memberikan wisatawan rehat dari petualangan yg cukup menguras adrenalin.

Tak terasa jalur sepanjang lima kilometer pun sudah dilalui wisatawan selama beberapa jam. Jalur tersebut yaitu yg terpendek buat rafting di sungai ini dengan tingkat kesulitan tiga.

“Ada tiga pilihan yg dapat dicoba wisatawan, 5 kilometer dengan biaya Rp 650.000/perahu, 7 kilometer Rp 750.000/perahu, dahulu 12 kilometer dengan grade lima, Rp 1 juta/perahu,” ujar Wahyudi, Ketua Bogowonto Indonesia Adventure, sebagai operator rafting satu-satunya di Sungai Bogowonto, Rabu (15/2/2017).


Sumber: Travel Kompas