Sensasi Menyeruput Kopi Berlatar Belakang Gunung Sindoro-Sumbing

By | February 20, 2017

TEMANGGUNG, Bongarzonefuneralhome.us – Tempat subur memang terus menyuguhkan panorama alamnya tersendiri. Salah satunya Temanggung yg berada di Jawa Tengah, kota di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tersebut memiliki pesona alam yg tidak kalah eksotis.

Bentang alam yg sangat subur membuat kota kecil ini kaya mulai hasil alam, salah satunya Tembakau. Namun, salah sesuatu yg tidak boleh dilewati ialah menyeruput kopi sembari menelusuri ranumnya perkebunan di kaki Gunung Sindoro Sumbing.

Berlokasi di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kabupaten Temanggung, lokasinya cukup tersembunyi dari gemerlapnya kota. Sesampainya di Dusun Jambon, embun pegunungan pun menyambut wisatawan yg telah tidak sabar.

Sebuah rumah, bertuliskan RT 06 RW 04 kelihatan dari sela-sela kebun sayuran. Sejauh mata memandang cuma kelihatan hijaunya perkebunan sayur, kopi, dan beberapa gunung gagah yg menjaganya.

(BACA: Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin)

Kedatangan wisatawan disambut senyuman khas petani kopi yg namanya kian tersohor di kalangan penikmat kopi. Wisatawan pun bertanya, apakah rumah hijau sederhana ini yg menyimpan rahasia kenikmatan kopi temanggung?

“Benar mas, di sini Rumah Kopi Mukidi Temanggung. Monggo silakan masuk,” sapa Mukidi, petani kopi Temanggung, Jumat (3/2/2017).

Di rumah sederhana tersebut, Mukidi menyulapnya menjadi tempat menikmati pesona kopi yg tidak cuma dari secangkir minuman.

Karena di rumah inilah Anda mampu mempelajari berbagai macam biji kopi Temanggung, proses me-roasting, metode pembuatan kopi, hingga tersaji.

KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Menikmati kopi arabika khas Temanggung, segera di kaki Sunung Sindoro-Sumbing, sentra Rumah Kopi Mukidi, Temanggung, Jawa Tengah.

“Yang paling beda di sini, kami masih mampu ngopi sambil ngobrol segera sama petani, roaster, barista, sekaligus owner Kopi Mukidi,” ujar Dimas, salah sesuatu wisatawan yang berasal Semarang yg ketika itu berkunjung.

(BACA: Kim Teng, Kedai Kopi Legendaris di Pekanbaru)

Di tempat ini lah kopi diolah akan bentuk cherry, pengemasan, hingga bersiap dihidangkan. Metode yg mampu digunakan bagi menghidangkan kopi pun terbilang lengkap, ada tubruk, vietnam drip, v60, shypon, rokpresso, kopi mokapot, frenchpress, dan late. Padahal rumah kopinya berada di pedalaman desa.

Sore itu Mukidi baru saja pulang dari kebun, sayangnya wisatawan tak mampu mengunjungi kebun tersebut ketika sore hari, dikhawatirkan hujan deras ketika di tengah luasnya kebun.

“Kalau tiba siang, wisatawan biasanya trip lalu ke kebun kopi punya aku juga warga lain,” ujarnya.

Sangat unik memang, melihat seorang petani desa yg biasa bekerja di kebun, tetapi sangat terampil mengoperasikan alat roasting, bahkan alat penyajian kopi seperti shypon. Inilah konsep yg digagas Mukidi, merupakan petani harus dapat mandiri di era keterbukaan ini.

Di dalam, Anda mampu melihat segala proses tersebut secara langsung. Mukidi dibantu sang istri dan sesuatu karyawan bagi mengoperasikan alat-alat sekaligus menangani tamunya.

Biji kopi yg tersaji seluruh yaitu asli Temanggung, di antaranya arabika, robusta, ecelssa, luwak, brown dan white coffee. Jenis Arabica Temanggung, dengan metode shypon pun dipilih KompasTravel bagi menemani di tengah dinginnya suasana pegunungan.

Jika Anda ingin menikmati suasana alamnya, beranjaklah ke teras rumah tersebut. Beberapa pasang kursi dengan suasana perkebunan dan gunung tidak mengurangi kenikmatan kopi di sore hari.

Terlebih obrolan renyah bersama masyarakat desa membuat tidak terasa mengantarkan wisatawan ke malam hari.

Mukidi mendalami dunia kopi sejak ia kecil di keluarga petani tembakau dan kopi. Mulai 2001 ia menekuninya sendiri, dengan mengusung konsep petani mandiri.

KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Kopi Mukidi, salah sesuatu kopi arabika yang berasal Temanggung yg tersohor karena cirikhas aroma tembakau Temanggungnya.

“Seorang harus petani mampu efektif memanfaatkan sempitnya lahan, dengan mendapatkan hasil maksimal. Dengan menghitung akan pasca panen hingga penyajian,” ujarnya menjelaskan konsep petani mandiri.

Berkunjung ke sini benar-benar menyajikan pengalaman berbeda dalam menikmati wisata kopi. Anda juga dapat membeli kopi kemasan berbentuk bubuk atau biji sebagai oleh-oleh khas Kopi Temanggung. Harga bagi 100 gr kopi arabika Rp 25.000, robusta Rp 15.000, dan special blend Rp 25.000.

“Rencananya aku dengan dua warga juga mau mengembangkan wisata kopi ini dengan kebudayaan-kebudayaan Temanggung, nanti sesuatu paket wisatanya,” ujarnya pada KompasTravel.

Harapannya, sesuatu tahun lagi, lantai beberapa rumahnya yg sedang dibangun tersebut mulai menjadi tempat menikmati kopi dengan pemandangan segera ke pegunungan.

Sumber: Travel Kompas