Semalam Di Negeri Dongeng

By | February 21, 2017

AROMA harum roti yg dipanggang ”membelai” indera penciuman tidak lama setelah mata terbuka dari tidurnya. Masih pukul 03.00, tapi sepertinya dapur hotel telah sibuk menyiapkan sarapan bagi para tamu.

Ketika hari akan terang, tampaklah pemandangan menakjubkan dari balik jendela kayu yg tersibak.

Sambil menikmati pemandangan deretan rumah beratap merah yg berada di sisi lembah Sungai Vltava, kerjap mata membawa pada ingatan tentang makan malam istimewa yg menyambut kedatangan kita di Cesky Krumlov, destinasi wisata di selatan Ceko.

Makan malam ini dikemas ala abad pertengahan. Para tamu menyantap paduan masakan klasik dan modern dalam balutan kostum ala era Renaisans. Membayangkannya kembali sambil menatap pemandangan indah di depan mata, seperti membaca buku dongeng saja.

Sajian makan malam unik tersebut cuma ada di Hotel Ruze tempat kita menginap. Bangunan hotel yg berada di tebing sungai, dulunya adalah bekas asrama dan universitas Jesuit yg didirikan pada abad ke-16.

Gedungnya masih mempertahankan arsitektur asli dengan interior yg beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Perabot dan lantai kayu dilengkapi lukisan-lukisan kuno abad pertengahan di masing-masing kamar memperkental suasana kekunoan Cesky Krumlov yg berada di perbatasan Ceko, Austria, dan Jerman.

KOMPAS/SRI REJEKI Sudut Kota Pilsen di wilayah barat Ceko. Pemandangan bangunan-bangunan bergaya renaisans dilihat dari kawasan Kastil Cesky Krumlov.

Dari Hotel Ruze, rombongan kita yg terdiri dari wartawan, biro perjalanan, Turkish Airlines, dan Czech Tourism, bergegas memanfaatkan waktu sehari yg tersisa.

Ada banyak tempat menarik yg mampu dikunjungi, tapi karena keterbatasan waktu, tujuan dipersempit menjadi cuma Museum Fotoatelier Seidel dan Kastil Cesky Krumlov yg dibangun sejak abad ke-13.

Cesky Krumlov adalah kota kecil yg berjarak 180 kilometer dari Praha, ibu kota Ceko, atau 2,5 jam perjalanan dengan bus. Sempat berada di bawah kekuasaan Jerman, tapi sejak Perang Dunia I masuk dalam wilayah Cekoslowakia ketika itu.

Pada masa pemerintahan komunis, wilayah ini sempat terbengkalai. Baru akan mendapat perhatian sejak Revolusi Velvet pada 1989 yg mengakhiri era komunisme di negeri ini.

Sejak 1992, kompleks Kastil Cesky Krumlov masuk dalam daftar situs warisan budaya UNESCO.

Derai hujan mengiringi perjalanan kalian mengeksplorasi pusat sejarah kota. Beruntung, Martina, pemandu yg mendampingi kalian ketika itu, meminjami dua payung yg cukup melindungi dari curahan hujan yg memperparah terpaan rasa dingin di penghujung musim gugur kala itu.

Barok, gotik, dan renaisans

Museum Fotoatelier Seidel bertempat di rumah pribadi Josef Seidel, pionir fotografer profesional pada paruh pertama abad ke-20.

KOMPAS/SRI REJEKI Bangunan bergaya gotik adalah toko daging dan pejagalan yg telah ada sejak 1392.

Selain foto-foto lawas yg merekam kehidupan masyarakat di sana pada awal abad ke-20, kami juga mampu melihat teknologi fotografi pada masa itu.

Dari akan kamera antik, pengolahan foto dan kartu pos, film negatif, hingga kamar gelap. ”Peralatan yg ada di sini masih beroperasi dengan baik,” kata pemandu kita di museum ini.

Semuanya menyatu dengan perabot pribadi Seidel dan keluarganya di ruangan dengan cat berwarna pastel.

Sesi tur museum diakhiri dengan foto bersama dengan kostum lama, suasana berfoto yg sama dengan yg dirasakan orang-orang dari masa awal abad ke-20. Hasil akhirnya dalam bentuk foto berwarna dan hitam putih.

Rintik hujan masih selalu mengiringi langkah kaki kalian menapaki jalan-jalan berbatu di kawasan kota tua Cesky Krumlov. Topografi kota ini sedikit berbukit yg membuat kaki harus bersiap berjalan naik turun.

Namun, itu seluruh setara dengan pemandangan dan pengalaman yg diperoleh. Lorong-lorong yg kita lewati dan lukisan fresco di dinding-dinding bangunan seakan melempar kita ke berabad-abad lalu.

Kastil Cesky Krumlov telah dibangun sejak 1253. Bangunan aslinya yg bergaya gotik dulunya punya Lord of Krumlov dari keluarga Vitkovci (Witigonen) yg yaitu salah sesuatu trah tertua di Ceko.

Trah ini yg membangun wilayah Bohemia Selatan. Namun, tak mempunyai keturunan lagi, kastil ini kemudian diwarisi oleh keluarga Rosenberg yg yaitu cabang yang lain dari keluarga Vitkovci.

KOMPAS/SRI REJEKI Suasana makan malam ala abad pertengahan di Hotel Ruze, Cesky Krumlov. Para tamu bersantap dengan mengenakan kostum ala masa renaisans.

Seiring pertambahan zaman, kawasan kastil yg sekarang terdiri atas 40 bangunan ini selalu mengalami perkembangan.

Jadilah, bangunan-bangunan yg ada di kompleks ini mencerminkan berbagai era, akan dari gotik, barok, hingga renaisans.

Martina sempat mengajak kita mampir ke Gereja St Vitus dan museum yg ada di kompleks kastil. Jangan lewatkan buat naik ke puncak menara kastil setinggi 54,5 meter dengan 162 anak tangga.

Pemandangan bangunan-bangunan bergaya renaisans di antara liukan Sungai Vltava yg berbentuk tapal kuda hadir bagai lukisan.

Kita mampu jalan berputar mengikuti bagian dalam puncak menara yg berbentuk lingkaran bagi melihat bagian atas kota tua dari berbagai sudut.

Setelah makan siang di Jakub Restaurant yg dindingnya dipenuhi cekungan berhiaskan lukisan fresco, akhirnya kita harus meninggalkan Cesky Krumlov, kota kedua terpopuler di Ceko setelah Praha.

Kota Pilsen

Sehari sebelumnya, kita singgah di kota Pilsen. Antara kedua kota ini terentang jarak 4 jam perjalanan dengan bus atau mobil karena Pilsen masih berada di wilayah barat Ceko.

Sedangkan dari Praha, Pilsen berjarak 90 kilometer atau 1-1,5 jam perjalanan darat dengan bus atau kereta.

KOMPAS/SRI REJEKI Ketel-ketel besar buat memproses ramuan bir sebelum difermentasi.

Mendengar nama Pilsen, mungkin kebanyakan orang mulai segera teringat dengan produk bir pilsener. Betul sekali, di kota inilah bir pilsener berasal.

Minum bir telah seperti minum air putih buat orang setempat. Harga bir lebih murah daripada air mineral.

Kami berkunjung ke museum dan pabrik bir Pilsner Urquell Beer yg telah ada sejak 1842. Kami mengintip bagaimana minuman ini difermentasikan di bawah tanah dengan lantai dan dinding berkapurnya yg terus lembab dan sedikit berair.

Kita seperti masuk goa dan menelusuri labirin bagi melihat tahap demi tahap proses pembuatan bir di bawah tanah.

Total panjang labirin mencapai 20 kilometer dan salah sesuatu yg terbesar di wilayah Eropa Tengah.

Pada akhir tur, pengunjung ditawarkan segelas bir yg dikucurkan segera dari tong kayu besar.

Bagi yg tak mengonsumsi alkohol, dapat mencicipi bir dengan kadar alkohol 0 persen yg menurut seorang rekan perjalanan saya, rasanya sama saja dengan bir beralkohol.

Pilsen bukan hanya bir karena kota tuanya juga menarik dengan alun-alun, gereja, dan bangunan-bangunan tua lainnya. Dibangun oleh Raja Wenceslaus II, kota ini dijuluki ibu kota budayanya Eropa pada 2015.

KOMPAS/SRI REJEKI Perjalanan menuju puncak menara kastil harus melewati 162 anak tangga yg sempit.

Berbagai festival seni dan budaya digelar di kota berpenduduk 168.000 jiwa ini. Pemandu kita ketika itu, mengajak singgah di Gereja Katedral Bartolomeuw yg bergaya gotik. Di bagian luar, terdapat pagar hitam dengan hiasan kepala bersayap.

”Bagi yg percaya, seandainya mereka berdoa sambil menggenggam bagian pagar ini, maka doanya mulai terkabul,” katanya sambil memamerkan bagian pagar bercat kuning yg menghitam karena tidak jarang disentuh pengunjung. (SRI REJEKI)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 12 Februari 2017, di halaman 28 dengan judul “Semalam di Negeri Dongeng”.


Sumber: Travel Kompas