Secara Bertahap, Tri Mulai Matikan Jaringan 2G

By | January 25, 2017

Wakil Direktur Tri Indonesia, M. Danny Buldansyah menyampaikan pihaknya secara bertahap mulai mematikan jaringan 2G. Rencana tersebut, mulai memakan waktu setidaknya beberapa tahun dan melalui evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi itu yakni wilayah-wilayah yg telah tak membutuhkan jaringan 2G lagi.Saat ini dikatakannya, ada sekitar 10 persen pelanggannya yg masih memakai ponsel 2G dari total pelanggan mereka yg berjumlah 56,8 juta.”Pastinya bertahap dan telah dimulai di tahun 2017 ini. Kalau dimatikan seluruh secara segera kasihan pelanggan kalian yg masih pakai ponsel 2G,” ujarnya kepada awak media usai acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/1).Dikatakannya, pihaknya sudah menyiapkan serangkaian cara buat menggiring pelanggan yg masih menggunakan ponsel 2G berpindah ke ponsel yg telah berjaringan 3G atau bahkan 4G. Hanya saja, dia tak menjelaskan detail cara yg mulai dilakukannya itu.”Kita ini mau mencoba memberikan macam-macam cara agar headset pengguna minimal jadi 3G,” terangnya.Adapun buat detail wilayah yg sudah dimatikan terlebih lalu jaringan 2G-nya, Danny masih merahasiakannya.”Menurut teman-teman media yg paling banyak 2G handphone di mana? Paling banyak kan di luar Jawa. Jadi barangkali, bukan dari luar Jawa yg dimulai,” tutur Danny.Kendati demikian, Danny memastikan kepada para pelanggannya tidak perlu khawatir tak mendapatkan sinyal Tri gara-gara keputusan pihaknya mematikan jaringan 2G. Hal tersebut hanya dari sisi teknologinya saja yg semula 2G diganti dengan jaringan 4G. Jadi soal coverage tidak mulai jadi kendala.”Jaringan 2G yg kalian matikan masih ada cakupannya. Hanya saja kami convert ke jaringan 4G. Jadi kalau pelanggan yg pakai ponsel 4G, tetap mulai mendapatkan sinyal,” jelas dia.Baca juga:
Tri rilis program Isi Ulang Enjoy beri kejutan berlipat
Indosat Ooredoo dan Thuraya kembangkan layanan baru lewat satelit
Indosat Ooredoo sebut sejak tahun 2016 terapkan teknologi 4.5G
Indosat Ooredoo rangkul komunitas drone
XL bangun jembatan di Garut, pendanaan dari donasi dan karyawan
Smartfren minat sisa frekuensi 2,3 GHz yg mulai dilelang


Sumber: Merdeka