Saat Imlek, Mengapa Tak Perlu Makan Sup Sirip Ikan Hiu?

By | January 26, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Jelang Libur Tahun Baru China atau biasa yg dikenal dengan Imlek, ada sesuatu kuliner yg mampu ditemui seperti sup sirip ikan hiu. Sup yg dikenal dengan nama “Sup Hisit” disajikan dengan kuah kaldu dan disantap bersama keluarga maupun rekan.

Namun, hidangan dengan bahan penting dari ikan hiu milik dua akibat yg membahayakan tubuh manusia. Bahaya tersebut berasal dari kandungan merkuri yg ada pada ikan hiu.

“Kalau dari segi kesehatan, itu telah banyak rilis dari IPB (Institut Pertanian Bogor) dan juga BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Memang merkuri ini dampaknya gak sesuatu beberapa tahun tetapi mulai pasti kelihatan,” jelas Koordinator Konservasi Ikan Hiu dari Lembaga World Fund Indonesia, Dwi Ariyoga Gautama kepada KompasTravel seusai acara Diskusi Terbuka “Menghilangkan Hiu dari Menu” di Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Yoga menyampaikan merkuri dapat menyebabkan kelainan saraf buat pengonsumsi ikan hiu. Pada ibu hamil, lanjutnya, bayi kemungkinan mampu mengalami kelainan ketika lahir.

“Hampir seluruh top predator seperti ikan hiu, itu milik kandungan merkuri,” jelasnya.

Menurutnya, zat merkuri pada daging hiu yaitu akumulasi dari ikan-ikan kecil yg dikonsumsi. Ikan hiu sendiri adalah predator tertinggi dari ekosistem laut.

“Logam berat itu gak mampu dihilangkan. Diakumulasi bisa. Misalnya kami makan sesuatu ikan kandungannya 0,01 mg tetapi dari dua ikan. Tadi banyak ikan diakumulasi. Karena hiu itu berada di atas, jadi akumulasi logamnya tinggi,” tambahnya.

Bongarzonefuneralhome.us / RONNY ADOLOF BUOL Seorang pembeli sedang menawar daging ikan hiu yg dijual di pasar tradisional Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Sabtu (25/5/2013). Perairan Sulawesi Utara kerap dijadikan tempat berburu ikan hiu. Hasil tangkapan diolah dan dijual kembali dengan harga tinggi.

Director Coral Triangle Program WWF Indonesia Wawan Ridwan menyampaikan keberadaan ikan hiu berpengaruh pada ekosistem laut. Jika populasi ikan hiu berkurang, maka rantai makanan yg ada di bawahnya mulai terganggu.

Salah sesuatu yg terjadi penelitian di Tasmania. Ketika pada ketika itu mengambil ikan hiu tidak terkendali. Dia di sana memakan gurita. Maka populasi gurita naik tajam. Di ketika yg bersamaan banyak disadari lobster banyak hilang di sana karena gurita yg makan lobster banyak. Secara selektif kalian harus memobilisasi bagi mengurangi dan menstop menu ikan hiu secara komersial,” ujar Wawan dalam sambutan.

Sebagai predator di puncak rantai makanan, hiu berperan menjaga keseimbangan populasi ikan di laut. Bila ikan hiu punah, jumlah pemangsa di bawahnya mulai melonjak tidak terkendali dan menghabiskan mangsa di bawahnya.

Sementara Praktisi Kuliner William Wongso menyampaikan sup sirip ikan hiu memang erat kaitannya dengan Imlek. Namun, ia menyampaikan rasa nikmat dari sup sirip ikan hiu cuma berasal dari kuah kaldu.


Sumber: Travel Kompas