Rusia Sasar Wisatawan Indonesia

By | January 23, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Rusia menyasar kelas menengah yg tumbuh di Indonesia dan Asia Tenggara buat mengunjungi negeri itu sebagai upaya membalik resesi ekonomi panjang selama beberapa tahun terakhir.

Kepala Badan Pariwisata Rusia bagi Asia (National Tourism Visit Russia Office for Asia), Alexander Busov, Jumat (20/1/2017), mengunjungi Jakarta buat mempromosikan tujuan-tujuan wisata di negaranya di hadapan puluhan perusahaan jasa perjalanan Indonesia.

Pariwisata kini menjadi pilihan alternatif buat Rusia buat memacu pertumbuhan ekonomi yg selalu turun sampai ke level negatif dalam beberapa tahun terakhir, akibat rendahnya harga minyak dunia dan sanksi negara-negara Barat yg memukul sektor energi yg selama menjadi andalan.

(BACA: Sate Ayam dan Nasi Goreng Laris Manis di Bazar Moskwa)

Sektor pariwisata selama dua tahun terakhir terus menyumbang empat sampai enam persen produk domestik bruto dengan kontribusi pembukaan lapangan kerja mencapai hampir empat juta. Rusia juga menempati peringkat ke-10 negara tujuan turis asing pada tahun lalu.

Namun wisatawan mancanegara yg berkunjung ke Rusia kebanyakan berasal dari sesama negara Eropa. Sementara wisatawan dari kawasan Asia Tenggara masih sangat sedikit meskipun mempunyai jutaan kelas menengah baru yg bisa berlibur ke luar negeri.

NATALIA KOLESNIKOVA / AFP Warga menikmati hamparan es temporari yg dipasang di tengah Lapangan Merah, di Kota Moskwa, Rabu (14/12/2016).

Statistik dari Bank Indonesia memperlihatkan bahwa wisatawan ke luar negeri sudah mencapai 6,3 juta orang pada 2015 dan terus naik setiap tahunnya.

“Jumlah turis yang berasal Indonesia yg mengunjungi Rusia ada sekitar 20.000 orang pada tahun lalu, kalah jauh dibanding Perancis yg menjadi favorit buat 200.000-an orang Indonesia,” kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Asnawi Bahar, yg juga hadir dalam promosi Rusia di Jakarta.

Asnawi menduga kurangnya antusiasme warga Indonesia bagi mengunjungi negara dengan daratan terluas di dunia itu karena kurangnya promosi dan masih buruknya citra Rusia di mata wisatawan. Hal ini dibuktikan oleh survei asosiasi biro perjalanan Rusia (ATOR) yg menunjuk pada keluhan tentang buruknya infrastruktur dan rasisme.

Padahal, Rusia kini mampu menjadi tujuan melancong ke luar negeri yg relatif lebih murah dibanding negara-negara Eropa lain, di tengah selalu turunnya nilai mata uang rubel.

Namun di sisi lain, Asnawi memperkirakan kunjungan turis Indonesia ke Rusia mulai meningkat lebih dari beberapa kali lipat menjadi sekitar 50.000 orang pada tahun 2018 ketika negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Busov, selaku Kepala Badan Pariwisata Rusia buat Asia, menjelaskan bahwa ketika ini pihaknya sudah membuka kantor pusat keterangan buat biro perjalanan di negara-negara Asia Tenggara di Hanoi yg ingin mencari rekan bisnis dengan jaminan pemerintah.

TASS/Barcroft Media Terowongan cahaya di Moskwa, Rusia.

“Kami ingin memastikan pelaku biro perjalanan dapat mendapatkan keterangan yg akurat tentang keadaan wisata di negara kalian dan mendapat rekan bisnis yg bisa diandalkan karena dijamin segera oleh pemerintah Rusia,” kata Busov, yg ingin menghapus citra negatif negaranya di mata publik Indonesia.

Rusia bahkan sudah mengantisipasi kebutuhan turis Muslim yang berasal Indonesia dengan menyiapkan paket-paket wisata halal bersertifikat internasional.

“Kami berharap dengan promosi ini, jumlah kunjungan dari negara kalian ke Indonesia atau sebaliknya dapat lebih berimbang,” kata Duta Besar Rusia bagi Indonesia, Mikhail Galuzin, dalam kesempatan yg sama.

Sumber: Travel Kompas