Rumah Warna-warni Di Cinque Terre Menanti Nelayan Kembali

By | January 30, 2017

Bongarzonefuneralhome.us – Deretan rumah itu berdiri kokoh di batu karang di tepi Laut Mediterania. Itulah pemandangan khas Cinque Tere, salah sesuatu pesisir wilayah Liguria, Italia.
 
Dari kejauhan, pemandangan itu seperti lukisan yg kaya warna. Sebab rumah-rumah itu dicat dengan berbagai warna. Ada kuning, hijau, pink, dan biru, serta jingga dan merah bata.
 
Cinque Terre berarti lima desa, yg terdiri dari Monterosso, Vernazza, Corniglia, Manarola, dan Riomaggiore.
 
Kelima desa itu memiliki ciri khas sama, yakni rumah warna-warni. Ada cerita khusus tentang hal itu. Ada hubungannya dengan mata pencarian warganya.
 
Kaum lelaki di wilayah itu bekerja sebagai pelaut. Mereka kadang pergi berbulan-bulan dan meninggalkan keluarga di desa.
 
Cat warna-warni itulah yg menjadi penanda desa mereka. Saat masih berada di laut, mereka telah mampu melihat desa atau rumah masing-masing.
 

KOMPAS.COM/KISTYARINI Warga dan turis berbelanja di lapak-lapak yg dibuka di sepanjang jalan di Vernazza, salah sesuatu desa Cinque Terre, Italia.

Berkunjung ke Cinque Terre harus bersiap berjalan kaki karena tak ada kendaraan bermotor sama sekali. Namun jangan khawatir, desa-desa Cinque Terre tak terlalu luas.

 
Sangat asyik menyusuri jalan-jalan sempit di desa-desa itu. Di desa Manarola misalnya.
 
Di sepanjang jalan penting yg tak lebar banyak kafe atau rumah makan kecil yg bersiap menanti tamu. Di luar rumah, warga memarkir perahunya.
 
Dari jalan ini, wisawatan dapat mengambil foto selfie karena ciri khas Cinque Terre, yakni rumah warna-warni, menjadi latar belakang yg bagus.
 
Suasana berbeda ditemui di desa Vernazza. Desa ini lebih luas dan sangat khas.
 
Warganya membuka lapak di sepanjang jalan utama. Mereka berjualan sayur, buah, hingga baju factory outlet.
 
Dengan menyusuri jalan utama, wisatawan mulai sampai di pantai yg menjadi ujung desa.
 
Di sinilah tempat mengambil foto paling tepat. Rumah warna-warni sekaligus pantai mampu menjadi latar belakang yg indah. Ditambah dengan perahu warga yg berjajar rapi di tepi pantai.
 
Meskipun berada di tepi pantai, produksi penting Cinque Terre bukan ikan atau hasil laut lainnya. Penduduknya justru menanam anggur dan zaitun. Produk white wine, khususnya dari Vernazza, sangat terkenal di Italia. 
 
Saat ini kelima desa di Cinque Terre dan perbukitan yg mengelilinginya dijadikan Taman Nasional Cinque Terre dan sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO sejak 1997.
 

KOMPAS.COM/KISTYARINI Mesin pembelian tiket di stasiun La Spezia, Liguria, Italia.

Kereta api

 
Tidak ada cara yang lain buat mencapai Cinque Terre kecuali memakai kapal atau perahu dan kereta api dari kota La Spezia menuju Levanto. 
 
Perjalanan dengan kereta api lebih nyaman karena tak tergantung keadaan cuaca. Frekuensinya cukup sering, cuma 30 menit sekali. 
 
Dengan naik kereta, wisatawan mampu turun di setiap desa. Waktu tempuh dari sesuatu desa ke desa yang lain tak sampai lima menit.
 
Pemandangannya pun tak membosankan. Sambil duduk santai di bangku kereta, wisatawan mampu menikmati pemandangan pantai Italian Riviera.
 
Keindahan itu semakin terasa karena jalur kereta api itu melalui banyak terowongan. Pemandangan laut dengan matahari cerah menjadi begitu kontras dengan gelapnya terowongan.
 
 
 


Sumber: Travel Kompas