Pulau Kri, Titik Menyelam Populer Di Raja Ampat Yang “Tercoreng”

By | February 4, 2017

Bogor, Bongarzonefuneralhome.us – Vandalisme koral di Raja Ampat oleh oknum yg tidak bertanggung jawab berlokasi di dekat Pulau Kri. Temuan tersebut diunggah oleh admin akun Facebook Stay Raja Ampat pada tanggal 31 Januari 2017 dalam tiga foto.

Dalam foto-foto tersebut kelihatan salah satunya coretan “Welcome to Steven”. Lalu di manakah Pulau Kri itu?

Ketua Badan Pelaksana Asosiasi Homestay Raja Ampat, Laura Restikalso menyampaikan Pulau Kri berada sekitar 40 menit ditempuh dengan perahu mesin dari Pulau Waisai. Pulau Kri sendiri termasuk ke dalam wilayah Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

BACA: Ketika Vandalisme Terpahat di Koral Raja Ampat)

“Lokasi karang rusak itu adalah salah sesuatu spot bagi snorkeling wisatawan. Lokasi itu telah populer untuk wisatawan,” jelasnya ketika dihubungi KompasTravel, Jumat (3/2/2017).

Menurutnya, di Pulau Kri sendiri telah terdapat operator selam yg menyediakan jasa penyelaman bagi wisatawan. Menurut pantauannya, terdapat sekitar sekitar 15 homestay di Pulau Kri.

“Setiap operator tur biasanya mengajak wisatawan mampir ke Pulau Kri,” tambahnya.

Seorang pemandu wisata di Raja Ampat yg tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan Pulau Kri berada tidak jauh dari obyek wisata Pasir Timbul. Lokasi karang tersebut menurutnya, mampu dilihat tanpa harus menyelam.

“Tidak harus menyelam. Tidak sulit melihat karangnya. Itu spot snorkelingnya, model tebing yg turun,” ujarnya ketika dihubungi KompasTravel, Jumat (3/2/2017).

FACEBOOK/STAY RAJA AMPAT Beberapa foto yg beredar di media sosial memamerkan vandalisme di koral Raja Ampat, Papua Barat.

Admin akun Facebook Stay Raja Ampat yg mengunggah foto tersebut adalah Doug Meikle, seorang Warga Negara Australia yg tinggal di Raja Ampat. Doug menjelaskan bahwa foto pertama diambilnya dari posting seorang pengguna Facebook Facebook bernama Norm Van’t Hoff. Norman menayangkan foto itu di Facebook pada 1 Desember 2016.

“Ya, aku mendapatkan foto pertama dari akun Norm Van’t Hoff. Selanjutnya akhir Januari, aku mendapatkan email berisi beberapa foto lainnya dari penyelam yg segera melihat koral tersebut. Baik Norm Van’t Hoff dan penyelam yg mengirimkan aku beberapa foto lainnya itu, menjepret foto itu sendiri di Cape Kri,” papar Doug.

BACA JUGA: Cerita Unik Pemandu Wisata Lokal soal Turis Asing di Raja Ampat

Koral yg dicoret itu diduga berada di titik penyelaman di sekitar Pulau Kri. Foto-foto tersebut diambil di kedalaman 5-6 meter, tepat di bibir jurang dalam. Butuh waktu 15 menit buat mencapai titik tersebut dari titik penyelaman Cape Kri.

“Anda mampu snorkeling di sana, tapi Cape Kri lebih terkenal sebagai dive site (titik penyelaman),” tambah Doug.

Tiga foto yg diunggah akun FacebookStay Raja Ampat memamerkan vandalisme pada tiga koral berbeda di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (31/1/2017). Stay Raja Ampat menyebutkan lokasi vandalisme tersebut adalah Cape Kri, salah sesuatu titik penyelaman yg terletak dekat Pulau Kri, Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar.

Stay Raja Ampat sendiri yaitu akun Facebook resmi dari Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Percepatan Wisata Bawah Air Kementerian Pariwisata, Cipto Aji Gunawan.

“Kronologis yg ketika ini kalian temukan, kejadian di depan Kri Resort yg dimiliki oleh salah sesuatu pioneer resort di Raja Ampat. Itu kejadian dua waktu dahulu dan baru muncul setelah ada orang asing (pengelola situs Stay Raja Ampat) yg mengunggahnya ke media sosial,” kata Cipto ketika dihubungi KompasTravel, Jumat (3/2/2017).


Sumber: Travel Kompas