Pencarian Talenta Keamanan Siber Dimulai

By | January 31, 2017

Harus diakui seandainya Indonesia masih banyak kekurangan ahli di bidang keamanan siber. Sementara, belakangan ini dunia siber selalu berkembang sejalan dengan pesatnya teknologi. Potensi terjadinya kejahatan siber jelas terbuka luas.Jika merujuk data dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) pada awal tahun hingga Juni 2016 lalu, jumlah serangan siber sekitar 89 juta. Jumlahnya selalu bertambah dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 48,4 juta serangan. Data tersebut jelas membuktikan bahwa Indonesia butuh sumber daya manusia (SDM) yg berkualitas di bidang keamanan siber.”Serangan siber di Indonesia luar biasa. Tetapi, SDM yg berkualitas soal keamanan siber di Indonesia sedikit. Ada yg berkualitas tapi ya itu-itu saja,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara ketika acara konferensi pers ‘National Born to Control: 10.000 Kandidat Gladiator Cyber Security Indonesia’ di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (30/1).Oleh sebab itu, buat memproduksi SDM berkualitas, salah satunya dengan cara diadakannya program yg bertujuan menghimpun generasi muda yg mampu dididik dengan baik sehingga dapat terjun segera menolong industri strategis nasional dalam menjaga keamanan Informasi di Indonesia. Misalnya seperti program National Born to Control: 10.000 Kandidat Gladiator Cyber Security Indonesia yg didukung oleh PT Xynexis International, Noosc Academy, Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).Eva Noor, Chairman program National Born to Control mengatakan, program ini memiliki tujuan penting sebagai ajang pencarian bakat di bidang keamanan siber melalui serangkaian game dan pelatihan.”Program ini ditujukan menjadi wadah untuk masyarakat dan generasi muda yg ingin terjun ke dunia keamanan siber serta sebagai wadah untuk industri yg mencari talent keamanan siber Indonesia,” tuturnya.Pencarian talenta keamanan siber ini mulai menjaring sejumlah 10.000 kandidat melalui roadshow di 10 kota merupakan : Jakarta, Bandung, Yogya, Malang, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, Medan dan Palembang. Kandidat mulai dikerjakan pemeringkatan dan dicari sejumlah peringat terbaik bagi tahapan pendidikan melaliu DigitalCamp. Peserta talenta keamanan siber adalah generai muda berusia 17 tahun keatas, berpendidikan menengah ke atas hingga perguruan tinggi.Baca juga:
Ini smartphone yg dipakai oleh Presiden Trump, sungguh tidak aman!
6 Teknologi perang paling aneh yg pernah dibuat militer Rusia
Instagram Live dan fenomena video streaming di Indonesia
4 Fakta temuan revolusioner baterai smartphone dengan ‘pemadam api’
Bagaimana cara kerja drone? Ini penjelasannya dari NASA!


Sumber: Merdeka