Pelesir Ke Derawan Semakin Mudah, Bandara Tarakan Buka Rute Ke Maratua

By | February 8, 2017

SAMARINDA, Bongarzonefuneralhome.us – Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), dipastikan mulai membuka rute penerbangan Tarakan-Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Rute ke Pulau Maratua diyakini mulai tidak mengurangi omzet dari sektor wisata.

Tidak cuma Maratua, rute tersebut juga mempermudah akses menuju pulau-pulau wisata lainnya seperti Derawan dan Sangalaki. Pulau-pulau ini masuk dalam Kepulauan Derawan, Kabupaten Derawan. Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Hemi Pramuharjo, alasan penting membuka jalur perintis dari Bandara Juwata Tarakan menuju Maratua adalah buat meningkatkan potensi wisatawan.

Apalagi Pulau Maratua yaitu salah sesuatu destinasi wisata internasional dan kerap dikunjungi wisatawan mancanegara dari berbagai negara di dunia.

“Alasan membuka rute dari dan ke Maratua adalah dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Maratua. Mempermudah akses wisatawan menuju pulau tersebut,” kata Hemi, Selasa (7/2/2017).

Selain itu, kata dia, rute Tarakan-Maratua juga berpotensi membuka jalur obyek wisata yang lain yg ada di Kaltim-Kaltara.

“Tidak cuma Maratua, rute tersebut sekaligus juga bagi mengembangkan dan melancarkan konektivitas ke daerah-daerah tujuan wisata lainnya,” imbuhnya.

Menjadi salah sesuatu pulau terluar Indonesia yg berada di laut Sulawesi, Maratua menyimpan keindahan sekaligus kekayaan wisata alam. Sebelum dilalui jalur penerbangan, buat menuju Maratua melalui Tarakan cuma mampu dengan jalur laut memakai speedboat dengan waktu tempuh antara 4-5 jam.

Dengan hadirnya rute tersebut, dipastikan wisatawan tak mulai lelah dengan jarak tempuh relatif singkat. Tidak cuma wisatawan domestik yg tertarik berkunjung, tapi juga wisatawan mancanegara.

Dengan dibukanya rute penerbangan dari Bandara Juwata Tarakan, banyak wisatawan yg mulai transit di Tarakan sebelum menuju Maratua. Meski demikian, Hemi belum tahu maskapai penerbangan yg mulai mendapatkan porsi penerbangan dengan rute tersebut. Sebab, pihaknya belum melakukan pelelangan.

“Untuk airlines pelaksana angkutan udara perintis, kalian belum tahu. Karena belum dikerjakan pelelangan,” sebutnya.

Namun, ketika ini pihaknya sedang menyusun HPS (Harga Perhitungan Sendiri). “HPS ini mulai kami Review ke Inspektorat Jenderal Kemenhub buat akuntabilitasnya. Setelah di-Review dan dikerjakan koreksi, seandainya ada, segera kami lelangkan,” pungkasnya. 


Sumber: Travel Kompas