Panenjoan, Destinasi “Instagenic” Baru Di Purwakarta

By | January 23, 2017

Bongarzonefuneralhome.us – Panenjoan, begitu nama tempat wisata ini. Panenjoan terletak sekitar 17 Km dari pusat Kota Purwakarta, Jawa Barat, dan mampu diakses memakai kendaraan roda beberapa maupun roda empat.

Begini arahnya. Dari Kota Purwakarta, bertolaklah ke arah Wanayasa. Saat datang di Pondok Salam, belokkan kendaraan ke arah kanan masuk ke Gapura Indung Rahayu yg yaitu pintu masuk Desa Salem. 

Anda mulai menyusuri jalan aspal mulus sepanjang 10 kilometer, hingga akhirnya datang pada petunjuk jalan bertuliskan “Kampung Panenjoan”.

Selanjutnya, Anda mulai menyusuri perkebunan teh punya PT Karti Wana Raya yg aduhai indahnya.

BACA JUGA: Singgahi Taman Pasanggrahan Purwakarta, Main Enak, Makan Pun Kenyang!

Panenjoan adalah bahasa Sunda yg memiliki kata dasar nenjo alias melihat sekeliling. Sesuai namanya, Panenjoan adalah tempat bagi melihat sekeliling dan menikmati pemandangan. Betapa tidak, dari Panenjoan, wisatawan dapat melihat Gunung Sangga Buana dan Danau Jatiluhur.

“Bahkan kompleks kantor Setda Purwakarta pun kelihatan dari sini,” tutur Acep Munawar (39), salah seorang tokoh masyarakat di kawasan Panenjoan dalam rilis dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta yg diterima KompasTravel, Senin (23/1/2017).

DOK. PEMKAB PURWAKARTA Dari Panenjoan, wisatawan mampu melihat Gunung Sangga Buana dan Danau Jatiluhur.

Destinasi wisata instagenic ini buka akan pukul 09.00-17.00 WIB. Memasuki wilayah Panenjoan, wisatawan diharuskan membayar tiket sebesar Rp 5.000.

Biaya parkir motor sebesar Rp 2.000, sementara parkir mobil Rp 5.000. Destinasi yg terbilang baru ini bekerja sama dengan PT Karti Wana Raya sejak tahun 2016.

BACA JUGA: Nimatnya Sate Maranggi Asli Purwakarta

Selain menyuguhkan panorama yg instagenic, di sekitar Kampung Panenjoan pun terdapat destinasi wisata sejarah. Makam Syaikh Daka, atau terkenal sebagai Syaikh Serepong terus ramai tiap malam Jumat. Ia yaitu adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta. (*)


Sumber: Travel Kompas