Orang Tua Lebih Khawatir Anaknya Di-bully Di Dunia Online

By | January 21, 2017

Dalam laporan Norton Cyber Security Insights Report: Family Edition, memaparkan pandangan orang tua terhadap cyberbullying dan langkah-langkah pencegahan yg perlu dikerjakan buat melindungi anak-anak mereka.Laporan tersebut mengungkapkan bahwa saat 49 persen orang tua di Indonesia memperbolehkan anak-anaknya yg berusia di bawah 11 tahun bagi mengakses internet, banyak dari mereka memiliki berbagai kekhawatiran. Misalnya, lebih dari 4 dari 10 (41 persen) orang tua di Indonesia percaya bahwa anak-anak mereka lebih mungkin buat di-bully di dunia online dibandingkan di dunia nyata.”Saat ini anak-anak bukan lagi menghadapi ancaman fisik atau perlawanan secara langsung,” ujar Chee Choon Hong, Director, Asia Consumer Business, Symantec melalui informasi tertulisnya, Jumat (20/1).Dikatakannya, cyberbullying adalah isu yg sedang berkembang dan para orang tua sedang berupaya buat mengidentifikasi dan mengatasi ancaman ini. Kekhawatiran untuk banyak orang tua adalah cyberbullying tak berhenti ketika anak mereka pulang dari sekolah selama anak mereka masih memakai perangkat, pelaku bully mampu terhubungkan ke mereka.Menurutnya, ada sesuatu temuan menarik dari survey tersebut yakni orang tua di Indonesia akan menyadari bahwa cyberbullying bisa memberikan dampak buruk untuk anak-anak mereka dan mengambil tindakan-tindakan pencegahan yg perlu dilakukan. Hal yg sama juga dikerjakan oleh para orang tua dari dua negara selain di Indonesia. Mereka menerapkan tindakan-tindakan pencegahan yg paling ketat, mengalami insiden cyberbullying terendah.”Survei ini mengungkapkan cuma 4 persen orang tua di Indonesia tak mengambil tindakan apapun bagi melindungi anak mereka ketika online. Banyak para orang tua yg masih tak tahu cara mengenali tanda-tanda cyberbullying dan hal apa saja perlu dikerjakan seandainya anak-anak mereka mengalaminya. Langkah pertama buat seluruh orang tua adalah mengedukasi diri mereka sendiri tentang tanda-tanda cyberbullying dan mempelajari cara berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka,” tambah Chee.Baca juga:
Jokowi prihatin banyak komentar tidak pantas di berita media online
Ini penjelasan lengkap Polri soal penebar kebencian mampu masuk bui
Polri imbau netizen jaga etika ketika berpendapat di dunia maya
Pajang foto lekuk tubuh di media sosial, binaragawati ini ditangkap
Tangkal berita hoax di medsos, Kominfo rencanakan bertemu Facebook
Benarkah ada tangan terbang di foto Sekda Jawa Barat?
Kurang diberi makan, tentara India ngeluh di media sosial


Sumber: Merdeka