Naga 178 Meter Di Singkawang Raih Rekor Muri

By | February 10, 2017

SINGKAWANG, Bongarzonefuneralhome.us – Warga Kota Singkawang patut bersyukur dan berbangga dalam perhelatan Festival Cap Go Meh 2568 tahun ini.

Replika sosok naga raksasa sepanjang 178 meter yg turut memeriahkan perhelatan budaya akbar tersebut berhasil tercatat sebagai naga terpanjang oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Naga raksasa berdiameter 1,1 meter dengan 50 ruas ini yaitu sumbangsih alumni persekolahan swasta yg tergabung dalam Santo Yosep Group Singkawang yg tahun ini genap berusia 50 tahun.

(BACA: Ini Rute Pawai Lampion dan Tatung Cap Go Meh di Singkawang)

Wakil Direktur Muri, Osmar Semesta Susilo mengatakan, rekor yg berhasil dipecahkan tersebut berskala internasional. Pihaknya juga telah melakukan penilaian dan mengukur panjang replika sosok naga tersebut.

“Hari ini tim Muri mulai mencatatkan rekor baru di Singkawang, merupakan rekor naga lampion terpanjang dengan panjang 178 meter,” ujar Osmar, Kamis (9/2/2017).

Osmar memaparkan, replika naga terpanjang yg dibuat oleh Santo Yosep Group Singkawang ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya, merupakan replika naga lampion yg di untuk oleh PT Tri Sakti Purwo Sari Abadi Grup pada tahun 2015.

Koordinator replika naga, Bong Sin Fo menyampaikan pihaknya cukup bangga dengan prestasi yg ditorehkan. Karena, selain memeriahkan Festival Cap Go Meh, juga mencatatkan sejarah tersendiri buat Kota Singkawang melalui apresiasi yg diberikan Muri.

 

(BACA: Naga 178 Meter Akan Meriahkan Cap Go Meh di Singkawang)

“Kami sangat gembira, karena naga ini tercatat sebagai replika naga terpanjang dalam sejarah perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang,” ungkapnya.

Bong Sin Fo menjelaskan, butuh persiapan selama empat bulan buat proses pembuatan naga raksasa tersebut. Waktu yg cukup panjang itu pun akhirnya terbayar dengan prestasi rekor Muri.

Pengerjaan naga tersebut juga melibatkan tenaga lokal dari Kalimantan Barat yg berasal dari daerah Pinyuh. Sedangkan biayanya sendiri, mencapai ratusan juta rupiah yg diperoleh dari sponsor maupun donatur.

Untuk memainkan naga ini, setidaknya dibutuhkan 180 orang yg membawa naga ini mengelilingi dan menghibur warga Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengapresiasi hasil karya alumni sekolah Katolik Santo Yosep ini. Karya yg dipersembahkan tersebut tentu menjadi kebanggaan buat masyarakat di Kota Singkawang.

“Kita patut bersyukur karena kawan-kawan dari Santo Yosep Group Singkawang ini sudah memberikan karya yg menjadi kebanggaan masyarakat dan memecahkan rekor Muri. Tentu kalian berharap apa yg sudah dikerjakan ini mampu menarik turis-turis bagi berkunjung ke kota Singkawang,” kata Awang Ishak.


Sumber: Travel Kompas