Menyapa Satwa Dan Alam Puncak

By | January 27, 2017

KICAU burung dan lenguh binatang liar sahut menyahut membentuk irama alam pegunungan di kaki Gunung Gede, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Ditingkahi polah satwa liar meminta makanan. Rintik hujan pada bulan Januari pun tidak mengurangi syahdu suasana teduh di tengah rimbun pepohonan.

Satwa liar dan alam pegunungan begitu menyatu di Taman Safari Indonesia (TSI) ini. Ya, taman marga satwa ini tidak pernah pudar sebagai tempat wisata alam favorit di kawasan Puncak, Bogor.

Kemacetan telah pasti harus dihadapi ketika mulai berwisata ke Puncak. Pastikan mengikuti keterangan pemberlakuan sistem sesuatu arah di Traffic Management Center Polda Metro Jaya yg mampu diakses di Twitter.

(BACA: Ini Toge Goreng Legendaris yg Diboyong Jokowi ke Istana Bogor)

Sekali diterapkan, arus kendaraan ke Puncak atau ke arah Jakarta mampu ditutup selama enam jam penuh.

Jika tidak ingin repot mencari informasi, alternatifnya berangkat ke Puncak pada Jumat malam sebelum akhir minggu Sabtu dan Minggu. Tak ada salahnya bermalam di Puncak buat mendapatkan suasana Puncak pada pagi hari tanpa tersandera kemacetan di tol ataupun di jalur Puncak.

Bahkan, pada musim hujan seperti sekarang, suasana Puncak masih memikat. Kabut tebal masih akrab merambati pepohonan dan permukiman di lereng bukit.

Karena loket masuk TSI baru buka pukul 09.00, kalian dapat mengisi pagi hari dengan sarapan bubur ayam Cianjur. Warung bubur ini mampu dijumpai di pinggir jalan menuju TSI.

Oh ya, setelah sarapan bubur, jangan lupa membeli wortel sebagai pakan satwa di dalam TSI.

(BACA: Wisata Super Murah di Bogor, Keliling Jalur Pedestrian Baru)

Tiga ikat wortel dijual Rp 10.000. Makanan ini dapat membuat interaksi dengan satwa secara lebih dekat. Tentunya ini tak berlaku bagi satwa liar buas, seperti macan.

Sejak dibuka pada 1986, koleksi satwa TSI selalu bertambah hingga sekarang. Saat pertama dibuka, koleksi satwa cuma 100 spesies dengan jumlah satwa 400 ekor.

Namun, sekarang, area TSI menjadi 180 hektar dan memiliki koleksi satwa 300 spesies dengan jumlah satwa sekitar 3.000 ekor.

Hampir setiap tahun ada satwa pendatang baru di taman ini. Selain sebagai taman marga satwa, TSI juga mengemban misi konservasi satwa. Hingga 2016, taman ini menghadirkan satwa baru Liger atau Lion Tiger yg tak yang lain percampuran singa dan harimau.


Sumber: Travel Kompas