Menyambangi Nusa Yang Terserak Di Halmahera Selatan

By | February 1, 2017

BACAN, Bongarzonefuneralhome.us – Selidikilah kartografi Kabupaten Kepulauan Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Anda mulai menemukan serakan nusa di perairannya. Pastikan dalam penerbangan dari Ternate ke Labuha, ibu kota Halsel di pulau Bacan, anda duduk di dekat jendela.

Keelokan serakan nusa itu mulai memanjakan mata anda. Kabupaten ini berlimpah lanskap bahari, sebab 78 persen dari total wilayah Halsel adalah garis pantai yg membentang sepanjang 31.484,40 kilometer. Jelas kekuatan potensi wisatanya adalah bahari.

Bupati Halsel, Bahrain Kasuba pun mulai memprioritaskan pengembangan wisata bahari akan tahun 2017. Dengan lebih dari 200 pulau yg dimilikinya, Halsel adalah surga dari nusa yg terserak untuk pemburu aroma bahari.

Penduduk yg ramah khas orang Timur Indonesia adalah sambutan penghangat persabahatan. Dan, jangan tanya soal panoramanya. Anda mulai terpesona dengan sajian alam yg mulai terus dirindukan kembali.

Mulai dari Panamboang

Anda mampu memulai kunjungan dari Panamboang, sebuah daerah berjarak sekitar 7 kilometer ke arah Selatan dari Labuha. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit berkendara buat datang di pelabuhan perikanannya.

Bersegeralah ke tepi pantainya. Bawah laut tepat di dermaga lamanya saja, sudah menjadi target para diver, karena terumbu karang yg indah dan terjaga. Ikan-ikan pun bermanja hingga ke permukaan.

Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Halsel kini menjadikan bawah laut di Selat Panamboang menjadi salah sesuatu spot penyelaman utama. Walaupun sangat dekat dengan pemukiman warga, namun sajian panorama bawah airnya begitu indah.

Tak salah seandainya ada kapal wisata rutin menyambangi Panamboang saban trip underwaternya sejak dari Ternate, demi menawarkan paket 12 hari dengan sebagian besar destinasinya ada di Halsel.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Sebuah speed boat yg mengangkut wisatawan yg baru saja selesai menyelam di Panamboang, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Pada bulan-bulan tertentu, ketenangan permukaan laut di Panamboang begitu meneduhkan pelancong. Bahkan para bocah pun dengan gagahnya mengayuh sampan bermain seolah mencumbu laut.

Kearifan lokal membuat perahu dan kapal kayu menjadi penegas bahwa penduduk Panamboang sejatinya bergantung pada laut.

Kesibukan bongkar hasil tangkapan ikan dari perahu dan kapal nelayan menegaskan bahwa Halsel menumpuhkan salah sesuatu penghasilan penting daerahnya dari sektor perikanan dan kelautan.

Negeri ini kaya dengan hasil laut. Jangan lupa puaskan lidah anda dengan mencecap kesegaran ikan beraneka jenis.

Ke Kusu dan Sali

Mari kalian bergerak ke arah Timur Laut tepatnya ke pelabuhan Babang, yg yaitu pelabuhan penting di Halsel. Butuh waktu sekitar 45 menit dari Labuha menuju ke pelabuhan yg menjadi titik pergerakan warga dari pulau Bacan ke wilayah yang lain di Maluku Utara, terutama ke Ternate.

Di Babang, tersedia puluhan speed boat yg bersiap disewa bagi menikmati serakan nusa yg berada di antara Pulau Halmahera dan Pulau Bacan. Speed boat yg dapat mengangkut belasan penumpang itu mulai menyusuri lautan yg tenang.

Arah tujuan kalian adalah dua pulau yg begitu menggoda buat dijelajahi. Salah satunya adalah Kusu, sebuah pulau tidak berpenghuni yg kini tengah dikembangkan oleh Pemkab Halsel menjadi salah sesuatu destinasi wisata bahari baru.

Sebagian dari pulau ini yaitu padang ilalang yg kelihatan mencolok dari udara. Investor asing sudah berkomitmen membangun resort dan mengembangkan wilayah sekitar Pulau Kusu. Perairan di sekitar Kusu adalah lokasi favorit para nelayan buat menangkap ikan.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Pemandangan di salah sesuatu sudut di Pulau Sali, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Beranjak dari Kusu, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Sali. Pulau kecil ini menawarkan surga wisata bahari yg mungkin sulit ditemui di tempat lain. Sebuah resort dalam tahap penyelesaian pengerjaannya sedang dibangun di sini.

Dari Jeti yg menjadi tempat sandar speed boat, kejernihan air laut membuat terumbu karang di dasar dan ikan-ikan yg berenang kelihatan dengan sangat jelas bahkan dengan mata telanjang.

Anda mulai segera tergoda menceburkan diri ke kejernihan lautnya. Tapi, tahan dulu. Coba jelajahi pulau ini. Tak perlu berpeluh lebih buat menjumpai burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet).

Karena burung unik ini seakan tidak terusik mencari makan di tepi pantai. Sementara itu, teriakan khas burung kakatua mengisi ruang udara yg sepi. Kepakan burung elang mencari mangsa seakan bersahutan dengan lengkingan berbagai suara burung lainnya.

Di ketika Gosong menimbun telur super besarnya ditumpukan dedaunan yg dibangunnya, Penyu dengan asyiknya tiba bertelur di pasir pantai. Deburan ombak yg lemah menjadi penambah orkestra alam yg sungguh sulit bagi dilupakan di Sali.

Dan jangan lupakan, di perairan Sali juga terdapat dua spot penyelaman dengan tingkat visibility yg tinggi. Dan tentu pesona bawah air yg mulai menggoda para diver buat selalu kembali ke pulau ini.

Menuju Widi

Mari bergerak lagi dengan menempuh perjalanan laut lumayan jauh, menuju Widi. Dari Labuha dengan speed boat, Kepulauan Widi mampu ditempuh selama 4-5 jam.

Gugusan pulau ini mampu juga diakses dari daratan Pulau Halmahera dengan memulai perjalanan darat dari Saketa ke Gane Timur. Lalu ber-speed boat selama 2 jam.

Cukup jauh memang, tapi pengorbanan itu mulai terbayarkan dengan pasir putih nan luas, air laut jernih kebiruan, serta hamparan terumbu karang dengan aneka biodata lautnya. Saking indahnya, Kepulauan Widi tidak jarang dirupasamakan dengan Maladewa.

Keelokan Widi layak pula disandingkan dengan keindahan Kepulauan Mandeh dan Raja Ampat. Bahkan dengan kapal kayu, Raja Ampat mampu diakses dari Widi selama semalam perjalanan.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Pemandangan di Babang, sebagai pelabuhan penting di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Bayangkan, pulau di Widi mencapai 99 buah, 3 atol dan 2 gugusan pulau yakni Daga Gane dan Daga Weda. Widi tersohor justru di kalangan wisatawan mancanegara. Kepulauan ini kelak mulai menjadi destinasi wisata dunia.

Keanekaragaman hayati juga menjadi aset penting di wilayah ini, di samping kekayaan laut terutama ikan yg berlimpah. Sungguh Widi adalah surga yg mulai terus dirindukan.

Seakan belum cukup dengan itu, kepulauan ini masih dianugerahi dengan danau air tawar yg tepat buat penyuka petualangan.

Sudah cukup? Tidak. Sebab, wisata bahari di Halsel tidak cuma tiga pulau itu. Beberapa pulau lainnya adalah lansekap bahari yg patut didatangi.

Sebut saja, Pulau Nusa Raa, Pulau Lelei, Pulau Gura Ici, Pulau Kayoa, Pulau Kasiruta, Pantai Kupal, Pantai Derbi, Pantai Mandaoang, pasir putih Wayaua dan sejumlah lokasi yg masih mampu dijejali dalam daftar perjalanan.

Sungguh serakan nusa di negeri ini adalah surga yg mulai menjadi magnet wisata bahari di Indonesia Timur. 


Sumber: Travel Kompas