Menkominfo Sentil Google Lagi Soal Pajak

By | January 19, 2017

Persoalan pajak Google yg belum terpenuhi, masih menjadi salah sesuatu fokus pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga menyinggung kembali soal kewajiban perusahaan Over The Top (OTT) asing siapapun termasuk Google membayar kewajibannya itu.”Kita terima kasih kepada Google. Karena itu manfaatnya banyak. Tetapi juga siapapun OTT di Indonesia, harus bayar pajak. Pasarnya juga pasar Indonesia kok, gak bayar pajak,” ujar Menkominfo ketika acara Indonesia Technology Forum (ITF) di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/1).Pihaknya pun mendukung semua daya dan upaya Kementerian Keuangan buat menarik pajak Google.”Saya terus diskusi kok sama dengan Kementerian Keuangan. Kalau kebijakan fiskal kan tentunya ada di Kementerian Keuangan karena di sana mampu memakai kebijakan-kebijakannya terkait persoalan ini,” jelas dia.Sebagaimana diketahui, berdasarkan dari hitungan Ditjen Pajak, Google pada 2015 memiliki penghasilan Rp 6 triliun dengan penalti Rp 3 triliun. Meski begitu, Ditjen Pajak sempat bersedia memberikan keringanan tarif Rp 1-2 triliun. Namun, ketika itu Google masih menolak membayar dalam jumlah tersebut.Di sisi yang lain pada kesempatan yg berbeda, Menkominfo kembali menuturkan rencana pemerintah buat merealisasikan Peraturan Menteri (PM) mengenai OTT asing.Seperti yg diketahui, Menteri yg akrab disapa Chief RA ini, sempat menargetkan kelarnya PM tentang OTT pada Maret tahun 2016. Namun pada April 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru mengeluarkan draft uji publik PM OTT. Hingga sekarang, aturan itu pun belum terealisasi dan dijanjikan mulai kelar tahun 2017 ini.”Semester sesuatu rencananya,” jelas dia.Dalam draft RPM OTT tersebut, menyebutkan bahwa pemain OTT global harus berbentuk badan usaha tetap (BUT). BUT diwajibkan agar OTT asing benar-benar terlihat, akan dari persoalan Customer Service, Consumer Protection dan juga pajak.Baca juga:
Menkominfo: Gak ada urusan, Google harus bayar pajak!
Mangkir bayar pajak, Google terancam denda Rp 4 triliun
Sri Mulyani harap akhir tahun ada kesepakatan soal pajak Google
Google kembali berulah, Ditjen Pajak lanjutkan investigasi pajaknya
Pejabat Google terancam masuk bui seandainya tetap mangkir bayar pajak


Sumber: Merdeka