Menikmati Malam Di Awak Awai…

By | January 31, 2017

BANDA ACEH, Bongarzonefuneralhome.us – Lima mobil berjejer rapi di Jalan T Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Senin (30/1/2017). Jam memamerkan pukul 21.15 WIB.

Sepanjang jalur di Desa Lamgugup, Kecamatan Syah Kuala, Banda Aceh itu dipenuhi warung.

Semuanya menawarkan menu penganan ikan bakar. Namun, warung Awak Awai lah salah sesuatu warung tertua di sana.

Kami disambut Marzuki, salah seorang pekerja senior di warung itu. Dia berdiri persis di depan tempat ikan segar. “Mau bawal, keurapu atau kakap?” tanya Marzuki.

(BACA: Menikmati Menu Ikan Bakar Sekali Mati di Manado)

Kami pun memilih-milih ikan segar itu. Harga ikan bervariasi, tergantung ukurannya. Dari harga Rp 30.000 hingga Rp 130.000 per ekor.

Sebagian pengunjung kelihatan bersama keluarganya. Menyantap penganan nan lezat itu.

Bongarzonefuneralhome.us/MASRIADI SAMBO Pekerja menyediakan ikan segar di Warung Awak Awai 2, Jalan T Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Senin (30/1/2017) malam.

Warung didirikan tahun 2005 sesaat setelah tsunami melanda provinsi yg dijuluki Serambi Mekkah itu. “Dulu pekerjanya cuma tiga. Saya salah satunya. Warung ini punya Pak Marwan,” ujar Marzuki ramah.

(BACA: Menyantap Kasuami Ditemani Ikan Bakar dan Sambal Colo-Colo…)

Dia pun kelihatan senang saat kita memotret. Setelah ikan dipilih, Marzuki dulu membersihkannya. Membawa pada lokasi pembakaran ikan tepat di sisi kanan warung itu. Sehingga, pengunjung mampu melihat proses ikan itu dipanggang.

“Kepala ikannya dibuat asam pedas, sedangkan badannya kalian panggang saja,” kata Marzuki menawarkan menu pada kami.

Lalu, kita pun menyetujui menu yg ditawarkan. “Di sini, ada juga cumi-cumi dan udang. Enak juga. Ini andalan kami,” katanya.

Bongarzonefuneralhome.us/MASRIADI SAMBO Pengunjung menyantap makanan di Warung Awak Awai 2, Jalan T Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Senin (30/1/2017) malam.

Sekitar 30 menit ikan bakar pun dihidangkan. Pelayan juga menawarkan aneka jus buat minuman pembuka sembari menunggu ikan selesai dibakar. Khusus buat bumbu kecap, warung itu menyiapkan cabai rawit terpisah.

Sehingga, seandainya kurang pedas, silakan menggiling cabai rawit itu dibalur kecap manis atau kecap asin. Selain itu, disediakan juga cabai merah mentah. Di sini, aneka cabai tersedia. Lengkap dengan lalapan seperti wortel, timun dan kol.

Khusus bumbu ikan asam pedas, warung ini menawarkan bumbu yg diracik memakai blender, dan batu giling biasa.

“Kalau pakai batu giling itu, bumbunya lebih nikmat,” kata Miswardi, seorang pengunjung yang berasal Lhokseumawe.

Namun, Anda harus tiba sebelum lapar ke warung ini. Maklum, pengunjung yg ramai membuat pesanan terkadang kerap telat tiba. Butuh waktu sesuatu jam menungu.

“Jika telah lapar ke mari, biar kering kelaparan kita,” sambung Miswardi sambil tertawa.

Bongarzonefuneralhome.us/MASRIADI SAMBO Pekerja membakar ikan di Warung Awak Awai 2, Jalan T Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Senin (30/1/2017) malam.

Pekerja lainnya, Andi Kusnandar, menyebutkan ikan segar itu dibeli dari para pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh.

Dalam sehari, minimal 15 ikan segar laku terjual. “Kami buka dari pukul 11.00-23.00 WIB. Sebentar lagi tutup,” katanya.

Malam kian larut, satu-satu pengunjung akan meninggal lokasi itu. Sekali waktu mereka mulai kembali, bersama keluarga atau tamu yg berkunjung ke Banda Aceh. Silakan mencoba.


Sumber: Travel Kompas