Menginap Di Bangunan China-Hindia Lasem, Mau?

By | February 21, 2017

LASEM, Bongarzonefuneralhome.us – Rumah-rumah dengan gaya China Hindia banyak tersebar di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ada yg masih ditempati atau ada juga yg telah tidak berpenghuni.

Saat masuk ke Desa Karangturi, mata segera dimanjakan oleh tembok rumah setinggi sekitar tiga meter. Pintu rumah berbahan kayu penuh ukiran-ukiran mampu ditemukan di setiap rumah.

Di dalam bangunan, ada juga pintu dengan tinggi sekitar empat meter. Interior rumah dengan pahatan-pahatan huruf China juga masih mampu ditemukan.

Suasana bangunan itu dapat juga dinikmati dari dalam alias diinapi. Wisatawan yg tiba ke Lasem milik kesempatan buat menginap di guest house atau homestay punya masyarakat setempat.

(BACA: Lasem, Destinasi Wisata Akhir Pekan yg Bakal Hits pada Tahun 2017)

Setidaknya ada beberapa rumah bergaya China Hindia yg mampu diinapi tepatnya di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Adalah Homestay Tiongkok Kecil Heritage dan Guest House Nyah Lasem yg dapat dijadikan tempat singgah selama berwisata di Lasem.

Bongarzonefuneralhome.us / WAHYU ADITYO PRODJO Kamar Homestay Tiongkok Kecil Heritage di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Tiongkok Kecil Heritage adalah bangunan bergaya Cina Hindia yg dapat diinapi oleh wisatawan.

Tingkok Kecil Heritage kadang dikenal juga sebagai rumah merah. Hal itu lantaran tembok luar dan dalam bangunan yg dicat warna merah.

Karyawan di Homestay Tiongkok Kecil Heritage, Kiki menyebut terdapat empat kamar yg dapat digunakan oleh wisatawan. Nama-nama kamar di Tiongkok Kecil Heritage diambil dari nama kota di China seperti Beijing, Guangzhou, Shanghai, dan Shenzen.

“Semua kamar kapasitas bagi empat orang,” kata Kiki kepada KompasTravel di Lasem dua waktu lalu.

Untuk kamar Shenzen dan Guangzhou dipatok harga Rp 300.000 per malam. Sedangkan kamar Beijing dan Shanghai dipatok harga Rp 390.000 per malam.

Bongarzonefuneralhome.us / GARRY ANDREW LOTULUNG Bangunan tengah Guest House Nyah Lasem, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (12/2/2017). Guest House Nyah Lasem adalah salah sesuatu bangunan bergaya Cina Hindia yg mampu diinapi oleh wisatawan.

“Harga itu telah termasuk sarapan. Bisa milih lontong tuyuhan atau sate srepeh,” lanjutnya.

Fasilitas yg didapatkan di Tiongkok Kecil Heritage lainnya adalah ruangan dengan pendingin ruangan, air mineral, air panas, sabun, dan sikat gigi. Kamar juga dilengkapi dengan selimut.

Untuk memesan kamar di Homestay Tiongkok Kecil Heritage, wisatawan dapat tiba segera atau menghubungi terlebih dahulu. Nomor yg mampu dihubungi adalah 085211494552.

Tak jauh dari Tiongkok Kecil Heritage, ada sesuatu penginapan bergaya China Hindia yg dapat diinapi. Guest House Nyah Lasem milik beberapa kamar yg dapat digunakan oleh wisatawan.

Bangunan Nyah Lasem terdiri dari bangunan induk dan samping. Tempat yg digunakan buat menginap adalah di samping kiri dan bangunan penting Nyah Lasem berfungsi sebagai museum.

Bongarzonefuneralhome.us / GARRY ANDREW LOTULUNG Bagian dalam bangunan Homestay Tiongkok Kecil Heritage di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Tiongkok Kecil Heritage adalah bangunan bergaya Cina Hindia yg dapat diinapi oleh wisatawan.

Pengurus Guest House Nyah Lasem, Joko menyampaikan kamar terletak di bagian tengah dan belakang. Di bagian tengah terdiri dari tiga ranjang dan belakang beberapa ranjang.

“Guest House Nyah Lasem itu dahulu penginapannya saudagar zaman lalu menginap. Kalau tiba rombongan, per kamar Rp 100.000 buat beberapa ranjang. Rp 150.000 buat tiga ranjang. Kalau tiba sendiri, Rp 50.000 per orang,” kata Joko kepada KompasTravel.

Berbeda dengan Tiongkok Kecil Heritage, harga penginapan di Guest House Nyah Lasem belum termasuk sarapan. Jika tiba sendiri dan butuh jasa keamanan dan pemandu mulai dikenakan biaya Rp 75.000.

Untuk memesan kamar di Guest House Nyah Lasem, wisatawan mampu menghubungi ke nomor 089618263664.


Sumber: Travel Kompas