Mengenal Lebih Dekat Berbagai Cara Pengolahan Kopi Di Dunia

By | January 22, 2017

TAKENGON, Bongarzonefuneralhome.us – Proses mengolah kopi kian berkembang di setiap belahan dunia. Dalam perkembangannya negara-negara penghasil kopi seperti Brasil, Kolombia, Kostarika, Yaman, Ethiopia, Guatemala, Hawaii, Kenya, hingga Indonesia selalu meningkatkan kualitas dan cita rasa dengan cara melakukan eksperimen dalam memproses kopi.

Demikian dikatakan Joka Syauta yg yaitu Experienced Cupper dan Senior Roast Master dari Takengon, Aceh Tengah, Aceh, terdapat dua cara memproses kopi yg berkembang hingga ketika ini. Seperti fully washes, semi wash dan honey.

“Fully washes sama dengan gabah shocking atau fragmentasi dengan air bersih dalam jangka waktu tertentu,” kata Syauta kepada KompasTravel, Rabu (19/1/2017).

(BACA: Tren 2017, Kedai Artisan Kopi Akan Menjamur)

Sementara semi washes yg ketika ini dipakai di Sumatera (Gayo dan Mandailing) dengan fragmentasi memakai media karung dan bak dimaknai juga fragmentasi tank. “Cara ini memakan waktu delapan sampai sepuluh jam. Setelah itu dicuci bersih buat kemudian dijemur,” katanya.

Ia memaparkan, kadar air lebih kurang 40-45 persen, dilanjutkan dengan huller atau direbus buat memisahkan cangkang atau kulit tanduk dari biji kopi. Kemudian dijemur kembali hingga kadar air mencapai 12 atau 13 persen. “Proses ini biasa digunakan di Dataran Tinggi Gayo dan Mandailing,” terang Syauta.

(BACA: Perjalanan Panjang Biji Kopi hingga ke Cangkir Anda)

Berikutnya adalah honey process, merupakan dengan pemilihan cherry merah yg kemudian pelepasan kulit merah dari biji kopi. Gabah yg masih berlendir dijemur sampai kadar air 11 hingga 12 persen.

“Setelah itu dikerjakan proses pelepasan kulit cangkang dengan biji kopi yg telah berkadar air 11 atau 11 persen. Proses ini akrab disebut dry hull,” ungkap Syauta, yg telah akrab dalam dunia kopi sejak 1980-an.

Proses selanjutnya dikenal dengan natural process atau sun dried. Pengolahan ini dikerjakan dengan cara pemilihan petik merah dan segera dijemur sampai kadar air mencapai 11 hingga 12 persen.

Kemudian cherry merah yg telah mencapai kadar air tersebut di-huller atau direbus. Pada ketika ini kopi dengan natural process berkembang dan digemari oleh konsumen kopi di Asia, termasuk Indonesia.

“Proses ini membuat profil kopi lebih kaya dengan cita rasanya, baik dalam cita rasa yg positif maupun negatif, ” kata Syauta.

Meski demikian, buat menjaga kualitas rasa, maka diperlukan kontrol yg lebih dalam mengolah kopi baik dengan proses fully washes, semi wash maupun honey process dan natural process.

“Fully wash process lebih dikenal di negara Amerika dan Eropa, sementara produsen kopi di negara-negara Afrika lebih mengenal dried process atau natural process,” ungkap Syauta.


Sumber: Travel Kompas