Mau Tahu Daya Tarik Yeh Mampeh? Pancuran Air Penuh Khasiat

By | March 3, 2017

BANGLI, Bongarzonefuneralhome.us – Yeh Mampeh dalam bahasa Indonesia berarti air yg terempas atau terbang. Disebut demikian lantaran air jatuh berasal dari posisi tinggi menuju ke bawah, seperti yg tidak jarang kelihatan pada air terjun atau pancuran.

Di Banjar Dinas Pengiangan Kawan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali, terdapat Pancuran Yeh Mampeh yg keberadaannya akan melejit setelah tersebar di media sosial.

Pancuran Yeh Mampeh ini terbentuk dari dinding batu menyerupai goa.

Sumber air yg mengalir dari dalam batu ini dipercaya oleh masyarakat lokal sebagai obat buat anak yg mengalami gangguan kemampuan bicara atau gagap yg umumnya terjadi pada anak memasuki usia beberapa tahun ke atas.

(BACA: Bali Ingin Dikenal sebagai Destinasi Wedding buat Turis Arab Saudi)

Di awal keberadaannya pancuran ini tak begitu menarik perhatian orang, meskipun orang lokal meyakini kemunculannya dianggap ajaib.

ARSIP BALITERKINI.COM Eksotisme Yeh Mampeh ditumbuhi pohon merambat dari tebing batu. Pancuran Yeh Mampeh terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Hanya dua orang yg memanfaatkan sumber air ini sebagai tirta atau air suci yg diperuntukkan buat orangtua yg memiliki anak sulit bicara.

Meski demikian, Pancuran Yeh Mampeh tetap menjadi primadona buat sejumlah kalangan, yg meyakini keberadaannya sebagai pilihan alternatif pemulihan kemampuan bicara.

(BACA: 20 Destinasi Bulan Madu Idaman, Bali Salah Satunya)

Pengunjung yg tiba ke lokasi ini kebanyakan orang tua bersama anak usia 2-4 tahun. Terlebih lagi tingkat kunjungan dirasakan warga akan ramai semenjak lokasi ini akan tersebar di media sosial Facebook.

Wayan Purnayasa (38), orang yg pertama kali membagikan lokasi ini ke media sosial. Niatnya membagikan foto ke teman-temannya terdorong buat menolong orang yang lain yg didasari niat tulus.

Wayan yg bertugas menjaga saluran air serta merawat keberadaan pancuran yg sudah dijalaninya selama setahun, baru ketika ini terbesit keinginannya memberi keterangan keberadaan Pancuran Yeh Mampeh ini.

ARSIP BALITERKINI.COM Pancuran Yeh Mampeh dapat dijangkau dengan posisi membungkuk. Pancuran Yeh Mampeh terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Tak ayal, postingannya telah lebih dari 3.000 kali dibagikan.

“Atas keterangan selanjutnya aku bertanggung jawab, dan harus bersiap memberikan bantuan baik itu tenaga maupun keterangan yg dibutuhkan oleh umat yg hendak tiba ke sini,” ujar Wayan yg juga mengabdi di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selaku tenaga didik.

Setelah tersebar, keberadaan Pancuran Yeh Mampeh didatangi banyak kaum orang tua yg beranggotakan hingga 4 orang.

Wayan merasakan, tingkat kunjungan akhir-akhir ini lumayan meningkat. Dalam sehari, umat yg tiba mampu mencapai 4 keluarga. Mereka tiba mampu melalui Wayan atau tiba segera mengandalkan petunjuk penduduk setempat.

Umat yg tiba terus disertai dengan barang bawaan berupa sarana persembahyangan, seperti canang, Banten atau Banten pejati yg dipandang sebagai Banten yg utama.

Setelah mengaturkan sarana-sarana pelengkap lainnya, pengunjung mampu melakukan persembahyangan.

ARSIP BALITERKINI.COM Pengunjung bersama keluarga menghaturkan persembahyangan sebelum masuk area Pancuran Yeh Mampeh yg terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

“Bagi umat yg datang, tak ada batasan sarana Banten bagi harus dibawa. Namun, alangkah baiknya disertai dengan canang pejati. Selanjutnya mampu memakai sumber air ini buat dibawa pulang atau digunakan segera oleh si anak dengan cara membasuh mukanya disertai keyakinan yg tulus,” papar Wayan seraya menyampaikan bahwa telah banyak orang yg terbukti merasakan khasiat dari sumber air ini.

Wisata keluarga

Kehadiran sumber air yg keluar dari dalam lubang batu ini dianggap sebagian warga sangat unik. Keberadaannya telah diketahui sejak lama.

Bahkan, salah seorang warga yg juga selaku Kepala Dusun Desa Pengiangan Kawan, Wayan Brana beranggapan bahwa Pancuran Yeh Mampeh sudah ada dari buyutnya masih hidup.

“Dari lalu telah ada dan biarkan begitu saja tanpa ada yg menghiraukan manfaatnya, dari nenek moyang mungkin telah dibilang Yeh Mampeh. Bahkan orang tua aku dahulu juga yakin Yeh Mampeh ada sejak lama,” ungkap Wayan Brana.

Untuk menjangkau lokasi ini dibutuhkan sedikit perjuangan karena harus melewati jalan setapak sesaat Anda memarkir kendaraan di ruas jalan desa yg sempit.

ARSIP BALITERKINI.COM Trek atau jalur setapak yg harus dilalui menuju Yeh Mampeh yg terletak di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Ruas jalan setapak mulai diwarnai tanjakan dan turunan. Sebagian jalan yg dilalui yaitu perkebunan warga yg ditumbuhi vegetasi alami di daerah tegalan.

Setelah merampungkan jalan kaki sepanjang 500 meter dari ruas jalan desa, Anda mulai disuguhi suasana teduh berkat naungan pepohonan rindang. Tetesan air dirangkai suasana sepi mulai jelas terasa.

Keberadaan pancuran Yeh Mampeh yg diapit beberapa lereng perkebunan ini teraliri sungai kecil yg memiliki sumber air melimpah dan jernih.

Masyarakat setempat memanfaatkan keberadaan air ini buat memenuhi ketersediaan air bersih menuju rumah-rumah dengan membuat instalasi pipa. Saluran air menuju warga ditopang mesin turbin sebagai penggerak.

Sementara Pancuran Yeh Mampeh yg ada di sekitarnya dibiarkan apa adanya. Di sekelilingnya telah nampak dipagari besi agar ternetralisasi dari kawasan luar yg bukan area suci.

ARSIP BALITERKINI.COM Wayan Purnayasa secara aktif memberikan keterangan kepada pengunjung mengenai keberadaan Yeh Mampeh di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

“Ke depan telah ada rencana dari desa membikin Yeh Mampeh sebagai wisata desa. Sekarang karena terbentur dana, maka dibiarkan apa adanya bagi tempat pengambilan air suci sebagai pengobatan,” papar Wayan Brana.

Saat ini Yeh Mampeh terbuka bagi umum dan telah mendatangkan kunjungan dari wilayah Bali yg tersebar dari daerah lain.

Bagaimanapun, keberadaan Yeh Mampeh namanya melejit melalui media sosial mampu sebagai alternatif tujuan wisata buat menapaki alur-alur setapak menjadi petualang kecil. (BTcom)

Sumber: Travel Kompas