Mau Lihat Paus, Lumba-Lumba, Atau Dugong Di Habitatnya? Coba Ke Sini

By | March 28, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Sebagai negara maritim dengan luas wilayah beberapa per tiga lautan, wisata bahari di Indonesia memang jempolan. Bukan cuma pemandangan bawah laut yg memesona, wisatawan juga bisa menyaksikan mamalia laut, seperti hiu paus, lumba-lumba, dan dugong di habitatnya langsung.

(BACA JUGA: Jangan Sembarangan, Ini Panduan Melihat Mamalia Laut di Laut Lepas)

KompasTravel merangkum dua lokasi di Indonesia yg daya tariknya adalah mengamati mamalia laut secara langsung. Namun perlu dicatat, macam wisata ini adalah wisata yg bertanggung jawab dengan panduan ketat agar tidak berbahaya buat wisatawan dan mamalia laut itu sendiri.

Jadi sebelum berwisata, pastikan membaca dahulu panduan dan cari tahu cara kelola wisata mengamati mamalia laut tersebut. Berikut lokasinya:

1. Teluk Kiluan, Lampung

Berada di ujung Pulau Sumatera, sekitar 80 kilometer dari Kota Bandar Lampung, itulah lokasi Teluk Kiluan. Bisa dibilang Teluk Kiluan adalah lokasi terdekat buat mengamati lumba-lumba dari Jakarta. Tak heran banyak wisatawan dari Jakarta yg menghabiskan akhir minggu di Teluk Kiluan. 

2. Pantai Lovina, Bali

Salah sesuatu lokasi tersohor bagi mengamati lumba-lumba di Bali. Berada di Kabupaten Buleleng, bagian utara Bali. Saat paling tepat buat melihat kelompok lumba-lumba berenang di Pantai Lovina adalah di luar high season, Mei-Juli. Musim tersebut ramai wisatawan, banyak perahu yg berebut mengamati lumba-lumba.

3. Botubarani, Gorontalo

Terletak di Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, wisatawan mampu melihat ikan hiu paus secara langsung. Meski ikan hiu paus sempat menghilang dari pantai pada tahun 2016, ikan hiu paus telah kembali ke Pantai Botubarani.

Hilangnya ikan hiu paus menyadarkan warga buat mengelola pariwisata yg lebih bertanggung jawab dengan tak memperbolehkan wisatawan berenang dan menyelam memegang ikan hiu paus, serta tak memakai perahu motor yg baling-balingnya mampu membuat luka ikan hiu paus.

4. Teluk Cenderawasih, Papua

Selain di Gorontalo, Teluk Cenderawasih di Desa Kwantisore, Papua, juga memiliki daya tarik mengamati ikan hiu paus. Banyak paket live on board atau menginap di kapal dan menyelam bersama ikan hiu paus ini.

BARRY KUSUMA Lumba-lumba di Teluk Kiluan, Lampung.

5. Pantai Mali, Alor, NTT

Sangat sulit buat mengamati dugong di habitatnya langsung. Ini karena populasi dugong telah sangat sedikit dan termasuk sebagai hewan langka.

Di Pantai Mali, Alor, Nusa Tenggara Timur, ada Onesimus Laa yg menjadi pawang sekaligus sahabat dari beberapa dugong. Onesimus sangat memperhatikan proses wisata mengamati dugong sesuai panduan yg ditetapkan oleh WWF Indonesia.

6. Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara

Meski bukan mamalia laut, pesut mahakam adalah mamalia air tawar. Habitatnya di sungai air tawar.

Di Indonesia, pesut mahakam mampu ditemui di Sungai Mahakam, Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pesut mahakam kadang disebut lumba-lumba hidung pesek karena memiliki bentuk dan ukuran mirip lumba-lumba di laut, namun dengan bagian moncong yg datar.


Sumber: Travel Kompas