Liburan Raja Salman, Dari Tangier Ke Bali

By | March 3, 2017

NAMA Pulau Bali mendadak menghiasi halaman dua media di Timur Tengah menyusul agenda Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yg mulai berlibur di Pulau Dewata selama enam hari, 4-9 Maret nanti.

Nama Bali pun layak disandingkan dengan nama besar kota Tangier di Maroko, yg dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas raja-raja Arab Saudi sejak era 1960-an hingga ketika ini.

Alkisah, konon Raja Hassan II mengajak Raja Faisal bin Abdulaziz ketika berkunjung ke Maroko pada 1960-an bagi berjalan-jalan ke kota Tangier.

Raja Faisal ketika itu segera terpikat dengan pemandangan eksotik kota Tangier. Keluarga Raja Arab Saudi pun membangun istana peristirahatan yg megah di kota Tangier.

Nama kota Tangier di Maroko barat laut, sekitar 217 kilometer arah barat laut ibu kota Rabat, sejak itu terus lekat dengan keluarga Raja Arab Saudi.

Kota itu dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas Raja Arab Saudi dan keluarganya sejak era Raja Faisal bin Abdulaziz (1964-1975) hingga Raja Salman sekarang ini.

Kota Tangier terletak di gugusan perbukitan kecil dan bertepi ke laut yg menjadi titik temu Laut Atlantik dan Laut Tengah. Pemandangannya sangat memikat raja-raja Arab Saudi dan keluarganya.

Bongarzonefuneralhome.us / KRISTIANTO PURNOMO Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud datang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun dulu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia – Arab Saudi.

Dari gugusan perbukitan kota Tangier, mereka dapat melihat pemandangan beberapa laut eksotik sekaligus, merupakan Laut Atlantik dan Laut Tengah, yg tak mereka peroleh di tempat yang lain mana pun.

Dari kota Tangier pula, mereka dapat menatap dari kejauhan negeri Spanyol di Eropa. Kota Tangier dan Spanyol cuma dipisah oleh selat sempit, Selat Gibraltar.

Kota Tangier pun menjadi salah sesuatu obyek wisata eksotik populer di Maroko, selain kota Marrakech dan Agadir.

Bali, pertama di Asia

Pesona Bali sesungguhnya tak kalah dengan Tangier. Bali dikenal memiliki segalanya: pesona pantai, perbukitan, dan budaya.

Sungguh beruntung Pulau Bali dipilih menjadi tempat liburan Raja Salman dan rombongannya, yg mencapai sekitar 1.500 orang.

Bali pun menjadi tempat wisata pertama di Asia yg dikunjungi Raja Arab Saudi.

Ini tradisi baru untuk Raja Arab Saudi dan keluarganya yg memilih sebuah tempat wisata di Asia Tenggara sebagai tempat liburan mereka.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan menikmati keindahan tebing di tepi Samudera Hindia yg berada di kompleks Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (18/8/2016).

Selama ini, Raja Arab Saudi dan keluarganya terus menuju kota Tangier atau kota-kota di Eropa buat menghabiskan masa liburan mereka.

Terpilihnya Bali sebagai tempat liburan Raja Salman juga dapat menjadi peluang meningkatkan kunjungan turis dari Arab Saudi dan negara Arab pada umumnya yg selama ini jumlahnya masih sedikit.

Hingga akhir 2016, tercatat jumlah kunjungan turis Arab Saudi ke Bali cuma 46.000 orang. Padahal, potensi wisatawan yang berasal Arab Saudi sangatlah besar.

Menurut Badan Urusan Pariwisata dan Khazanah Nasional Arab Saudi, rakyat negara itu menghabiskan dana sekitar 30 miliar dollar AS pada 2015 buat belanja wisata di luar negeri.

Sebagian besar wisatawan Arab Saudi memilih negara-negara Eropa, Maroko, Tunisia, dan Turki sebagai tempat liburan mereka.

Di Asia, sebagian besar wisatawan Arab Saudi selama ini memilih Malaysia dan Thailand sebagai tempat tujuan wisata mereka.

Kehadiran Raja Salman di Bali yaitu kesempatan emas untuk Pemerintah Indonesia, persisnya Kementerian Pariwisata, buat memasarkan potensi wisata Bali ke Arab Saudi dan negara-negara Arab di kawasan Teluk lainnya dalam upaya menarik wisatawan ataupun investor.

TRIBUN/TAUFAN WIJAYA Pertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013). Tari kecak yg dimainkan tiap hari di pura ini dapat menyedot hampir seribu penonton.

Pengalaman Maroko mampu ditiru Indonesia dalam keberhasilan menarik wisatawan ataupun investor dari negara-negara Arab Teluk (GCC).

GCC, termasuk Arab Saudi, menjanjikan paket investasi senilai 120 miliar dollar AS di berbagai sektor, termasuk wisata, kepada Maroko hingga tahun 2024.

Maroko kini dikunjungi sekitar 10 juta wisatawan setiap tahun dan menjadi sumber devisa terbesar kedua di negara tersebut setelah fosfat. (MUSTHAFA ABD RAHMAN, dari Kairo, Mesir)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 2 Maret 2017, di halaman 8 dengan judul “Liburan Raja Salman, dari Tangier ke Bali”.


Sumber: Travel Kompas