Liburan Raja Arab Saudi Ke Bali Bakal Berimbas Untuk Pariwisata

By | February 24, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 1-9 Maret 2017 mulai berkunjung ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Raja Salman membawa rombongan yg jumlahnya ribuan orang.

Agenda kunjungan Raja Salman pun tidak cuma buat urusan kenegaraan saja namun sekaligus mulai berlibur ke Bali.

Kabar tentang liburan Raja Salman ke Bali membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira. Menurutnya, liburan Raja Salman ke Bali sangat positif buat pariwisata Indonesia.

(BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng)

Arief menyebut liburan Raja Salman di Bali semakin memperkuat citra pariwisata di Pulau Dewata ataupun Indonesia.

“Raja Arab Saudi mampu menjadi endorser yg istimewa, seorang raja, pemimpin dan panutan negara, orang yg segala perilakunya mulai diikuti oleh rakyatnya,” ujar Arief dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut Arief, liburan Raja Salman di Bali pasti mulai menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara Arab. Apalagi Indonesia memang membidik negara-negara Arab sebagai pasar pariwisata.

KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Seorang penari dari Sekaa Satya Kanthy, Desa Tegal, Kabupaten Bangli, Bali, mengajak penonton menari pada pementasan kesenian joged bumbung, di panggung Pesta Kesenian Bali XXXVI, Taman Budaya, Denpasar, Senin (7/7/2014).

“Kehadiran Raja Salman itu telah pasti mulai diliput oleh media internasional, termasuk media di Arab. Ini mulai memiliki media value yg tinggi dengan indirect impact yg sangat besar buat pariwisata Indonesia,” katanya.

(BACA: Bali Ingin Dikenal sebagai Destinasi Wedding bagi Turis Arab Saudi)

Ia menjelaskan, Indonesia milik konsep wisata halal. Pasar terbesar wisata halal adalah Arab dan Timur Tengah.

Dalam setahun, lanjut Arief, jumlah outbound travellers dari Timur Tengah lebih dari 100 juta orang.

Oleh karena itu liburan Raja Salman bersama rombongan yg mencapai 1.500 orang termasuk para pangeran Kerajaan Arab Saudi juga dapat menjadi ajang promosi buat pariwisata Bali dan daerah lain.

“Mereka berpotensi buat tiba kembali ke Bali and beyond. Destinasi wisata halal seperti Lombok, Aceh dan Sumbar dapat berpromosi di Bali,” katanya.

(BACA: 20 Destinasi Bulan Madu Idaman, Bali Salah Satunya)

Menpar memerinci, wisman yang berasal Arab selama ini dikenal paling royal dalam membelanjakan uang ketika berwisata. Mereka memang suka berbelanja dan menginap di hotel berbintang.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Penari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut mulai dibangun monumen GWK yg memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter.

Dalam data Kemenpar, rata-rata setiap wisatawan Arab membelanjakan uangnya hingga 1.800 dollar AS. “Rata-rata dunia, UNWTO (Organisasi PBB buat Pariwisata) itu cuma 1.200 dollar AS,” katanya.

Selain itu, wisatawan Arab Saudi juga dikenal milik periode tinggal ketika berwisata paling lama. “Biasanya di musim haji, musim panas, mereka berlibur dengan keluarga besar seperti Raja Salman ini,” tuturnya. (*)

Sumber: Travel Kompas