Liburan Naik Kereta, Apakah Stasiun Yang Anda Lewati Bersejarah?

By | March 22, 2017

 
JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Banyak stasiun kereta di Indonesia yg sudah berdiri sejak lama. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan yg kian meningkat, renovasi stasiun akhirnya dilakukan. Untuk mengenali sebuah stasiun sebagai stasiun bersejarah, meskipun sudah direnovasi, sebenarnya ada cara yg cukup mudah.
 
“Bisa dibedakan dari bangunan dan jalurnya. Karena setelah merdeka sebenarnya Indonesia tidak banyak membangun stasiun kereta api,” kata Kartum Setiawan, pelopor Komunitas Jelajah Budaya ketika ditemui di acara “Jelajah Kota Toea: Senja di Gudang Rempah Rempah”, Sabtu (18/3/2017). 
 
Ciri bangunan stasiun bersejarah menurut Kartum mampu dilihat dari arsitektur bangunan bergaya art deco atau klasik. Lengkap dengan pilar-pilar penyangga stasiun, keramik, hiasan kaca patri, dan jendela stasiun yg berukuran besar. 
 
BACA: Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya
 
Jalur stasiun di Indonesia juga menurut Kartum masih sama dengan yg dulu. Sehingga cuma ada dua stasiun baru yg dibangun pasca kemerdekaan. Contohnya stasiun Kuala Namu di Sumatera Utara dan Stasiun Citayam di Bogor (Jawa Barat). Selain itu, stasiun dengan embel nama ‘baru’ seperi Depok Baru, Pasar Minggu Baru terhitung sebagai stasiun tambahan bagi memenuhi jumlah pengguna kereta yg semakin banyak. 
 
“Dulu di Jakarta cuma ada 15 stasiun. Sekarang ada sekitar 26 atau 27 stasiun. Kalau stasiun di luar Jakarta biasanya memang telah tua,” kata Kartum.
 
Di Jakarta, stasiun yg berusia tua adalah Stasiun Jakarta Kota (Beos),  Stasiun Tanjung Priok. Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Jatinegara. Stasiun Bgor juga termasuk sebagai stasiun bersejarah. 
 
BACA: Berburu Diskon Tiket Kereta Api? Ini Caranya…
 
Kartum mengatakan, dahulu ada 21 perusahaan stasiun kereta api yg beroperasi di Indonesia. Kereta api juga bukanlah moda transportasi untuk manusia, melainkan alat bagi mengantar rempah dan komoditas.
 
“Seperti kopi, gula, dan teh dahulu diantar dari daerah Solo, Salatiga, dan Semarang ke Jakarta lewat Stasiun Bogor sampai ke Stasiun Pasar Ikan. Sunda Kelapa tutup, dibuatlah Stasiun Tanjung Priok,” ungkap Kartum.


Sumber: Travel Kompas