Klinik Kesehatan Hewan Di Kebun Binatang, Seperti Apa?

By | February 19, 2017

SINGAPURA, Bongarzonefuneralhome.us – Singapore Zoo adalah salah sesuatu kebun binatang terbaik di Asia Tenggara, yg juga jadi favorit wisatawan ketika berkunjung ke Negeri Singa. Kebun binatang ini berada di bawah naungan Wildlife Reserves Singapore (WRS), perusahaan yg menjadi induk pengelola dari Jurong Bird Park, Night Safari, Singapore Zoo dan River Safari.

Pengelola Singapore Zoo tidak mulai membiarkan satwa-satwanya terkapar lemah tidak berdaya. Wildlife Healthcare and Research Center menjadi balai pengobatan untuk satwa-satwa yg terbaring sakit.

Klinik ini dilengkapi ruangan treatment, ruang X-Ray, ultrasound scan, dan peralatan canggih lainnya. Asistant Curator WRS, Haniman Boniran ketika dikunjungi Bongarzonefuneralhome.us dan awak media lainnya coba menjabarkan sesuatu persatu alat-alat pendukung kesehatan yg dimiliki Wildlife Healthcare and Research Center.

Haniman menyebutkan, Wildlife Healthcare and Research Center memiliki sesuatu alat pendeteksi kehamilan senilai 40.000 dollar Singapura atau setara dengan Rp 380 juta (asumsi rupiah RP 9.500 per dollar Singapura).

“Alat tersebut dapat digunakan ke seluruh satwa yg ada di Singapore Zoo,” tuturnya.

BACA: Satu Jam Saja Tak Cukup di Museum Nasional Singapura

Selain faktor kesehatan, makanan bagi satwa-satwa di Singapore Zoo pun sangat diperhatikan. Makanan yg diberikan ke satwa-satwa tersebut mulai menentukan keberlangsungan hidup satwa tersebut.

Makanan bagi hewan karnivora atau pemakan daging misalnya, pihaknya mendatangkan daging-daging segar yg diimpor segera dari dua negara seperti Brazil, Argentina, Selandia Baru, Australia dan Kanada.

Menurut Haniman, negara-negara pemasok daging tersebut sudah memiliki sertifikasi yg sudah dinyatakan aman buat dikonsumsi oleh manusia sehingga secara otomatis aman juga dikonsumsi oleh satwa-satwa yg ada di Singapore Zoo.

“Impor daging ayam dari Brazil dan Argentina, impor daging sapi dari Selandia Baru dan Australia. Impor ikan dari Kanada. Negara-negara tersebut telah tersertifikasi makanannya, aman buat dimakan manusia dan hewan. Setiap 2 bulan impor,” terangnya.

Haniman menambahkan, tidak seluruh bahan makanan diimpor dengan mudah. Terdapat dua bahan makanan yg cukup sulit didapatkan. Salah sesuatu contohnya adalah telur semut yg didatangkan segera dari negara tetangganya yakni Malaysia.

KOMPAS.COM/IWAN SUPRIYATNA Pintu masuk Singapore Zoo.

Telur semut adalah makanan salah sesuatu hewan khas yang berasal Singapura yakni trenggiling. Semut maupun telur semut ini harus terus ada buat menghindari trenggiling kelaparan. Sementara semut maupun telur semut tidak terus ada di pasaran Malaysia.

Sehingga pihaknya coba mengkombinasikan semut maupun telur semut tersebut dengan bahan makanan yang lain yg memiliki rasa yg serupa dengan makanan trenggiling di habitat aslinya.

“Paling susah itu telur semut, itu harus impor dari Malaysia. Sementara telur semut itu tak terus ada, sehingga harus dikombinasi,” ucap Haniman.

BACA: 3 Pasar Tradisional Wajib Dikunjungi di Singapura

Singapore Zoo buka setiap hari pukul 10.00 hingga 19.00 waktu setempat. Harga tiket masuknya dibanderol 33 dollar Singapura buat dewasa dan 22 dollar Singapura bagi anak-anak usia 3 sampai 12 tahun.

Singapore Zoo juga mampu diakses mengunakan MRT dilanjutkan dengan bus gratis. Dari MRT Cho Chu Kang di North South Line, Anda dapat naik bus gratis nomor 927. Jika tiba dari MRT Ang Mo Kio di North South Line, naiklah bus gratis nomor 138.

Sementara seandainya tiba dari MRT Marsiling atau Woodlands di North South Line, Anda mampu melanjutkan perjalanan dengan naik bus gratis nomor 926 (hanya beroperasi pada Minggu dan hari libur).


Sumber: Travel Kompas