Kisah Kastari, Penjual Lontong Tuyuhan Turun-temurun Sejak 1950

By | February 22, 2017

LASEM, Bongarzonefuneralhome.us – Kastari (53) kelihatan duduk di atas krat botol sore itu. Pandangannya kelihatan kosong, berbeda dengan suasana sekitar yg ramai meskipun hujan. Di depannya, tepat bagian depan pikulan terdapat tiga baskom berisi daging ayam dan ati ampela yg berkuah kuning. 

Peci hitam yg warnanya telah kusam ia gunakan sebagai penutup kepala. Sementara itu, di badannya terbalut kaus biru bertuliskan kampanye presiden Indonesia dari salah sesuatu partai. Sandal hitam berbahan kulit jadi alas kakinya.

Kastari bangun dari duduknya begitu ada pembeli yg datang. Ia segera sigap mengambil piring dan memotong lontong yg tersimpan di pikulannya. Kemudian, sebuah pertanyaan meluncur dari mulutnya.

“Mau daging apa? Dada, brutu, sayap, kepala, atau ati? Mau tambah tempe?” tanya Kastari kepada KompasTravel yang dua waktu dahulu menyambangi Kabupaten Rembang.

BACA: Durian Asli Lasem dengan Rasa Pahit-Manis…

Kastari adalah salah sesuatu penjual Lontong Tuyuhan di Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan yg terletak di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Setidaknya ada lebih dari lima penjual Lontong Tuyuhan di sentra kuliner itu.

Bongarzonefuneralhome.us / WAHYU ADITYO PRODJO Seporsi kuliner Lontong Tuyuhan tersaji di meja Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Lontong Tuyuhan berisi potongan lontong, daging ayam, dan kuah kuning.

Laki-laki beranak tiga itu bukanlah penjual pertama Lontong Tuyuhan. Adalah ayahnya, Karmani yg pertama kali berjualan di pinggir Jalan Lasem – Pandan, Desa Tuyuhan itu. Kemudian aktivitas berjualan dilanjutkan oleh kakak kandungnya, Karnuji.

“Saya pertama jualan tahun 1970. Pertama yg jualan itu bapak, selalu kakak, dulu saya. Dulu dijual 150 perak. Kalau sekarang Rp 11.000,” kata Kastari ketika berbincang dengan KompasTravel.

Resep Lontong Tuyuhan Kastari segera diturunkan oleh ayahnya. Sejak kecil Kastari telah menolong ayahnya berjualan dan membuat lontong.

Kakak Kastari berhenti berjualan Lontong Tuyuhan saat menikah. Tonggak usaha keluarga itu dilanjutkan oleh Kastari.

Ia menuturkan bahwa ayahnya telah akan berjualan Lontong Tuyuhan sejak tahun 1950. Namun, ia tidak mengingat pasti kapan ayahnya akan berjualan.

“Lontong Tuyuhan itu asli Desa Tuyuhan, khas Rembang. Cuma ada di Tuyuhan sini,” jelasnya.

Bongarzonefuneralhome.us / Garry Andrew Lotulung Penjual Lontong Tuyuhan di Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan, Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (11/2/2017). Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan berada di Jalan Raya Lasem – Pandan. Lebih dari lima penjual Lontong Tuyuhan di sentra kuliner Lontong Tuyuhan.

Kastari mengingat cerita tentang ayahnya berjualan Lontong Tuyuhan. Ayahnya lalu berjualan di dekat gapura yg tidak jauh dari sentra kuliner. Ayahnya juga mengelilingi desa buat berjualan.

“Yang beli di sini dahulu orang Tionghoa Lasem. Orang Rembang juga. Makan di tempat atau dibungkus, dibawa pulang,” tambah Kastari.

BACA: Yuk, Berburu Foto Instagramable di Lasem

Sebelum sentra kuliner dibangun, Kastari menceritakan ayah dan kakaknya berjualan di tepi jalan. Tak jauh dari tempat berjualan, terdapat ladang tebu.

Sejak dahulu ayahnya berjualan Lontong Tuyuhan dengan cara dipikul. Cara yg sama, Kastari gunakan juga meskipun ketika ini ia tidak mengelilingi desa bagi menjajakan Lontong Tuyuhan. Ia tetap mempertahankan gaya ayahnya berjualan walaupun pemerintah setempat memberikan bantuan berupa etalase buat menaruh baskom daging ayam.

Bongarzonefuneralhome.us / WAHYU ADITYO PRODJO Penjual Lontong Tuyuhan memotong lontong bagi disajikan bersama daging ayam dan kuah kuning di Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan, Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan berada di Jalan Raya Lasem – Pandan. Lebih dari lima penjual Lontong Tuyuhan di sentra kuliner Lontong Tuyuhan.

“Dulu aku telah bantu bapak. Saya sering bawa pikul, bapak yg ngelayani pembeli,” ujarnya.

Saat ini Kastari berjualan Lontong Tuyuhan akan pukul 12.00 hingga pukul 21.00 WIB. Sehari-hari ia tidak jarang dibantu oleh anaknya ketika berjualan.

BACA: Lasem, Destinasi Wisata Akhir Pekan yg Bakal Hits pada Tahun 2017

Setiap hari Kastari dapat menjual sekitar 100 porsi. Sementara seandainya hari libur, ia dapat menjual sekitar 200 porsi. Untuk hari libur seperti Lebaran, Tahun Baru, atau Natal ia mampu menjual lebih banyak lagi.

Lontong Tuyuhan sendiri adalah kuliner perpaduan potongan lontong, daging ayam, dan kuah kuning. Bumbu Lontong Tuyuhan adalah ketumbar, jinten, bawang merah, bawang putih, daun jeruk, laos, cabai, garam, pala, kunyit.


Sumber: Travel Kompas