Kisah 2 Srikandi Indonesia Yang Daki Tujuh Gunung Tertinggi Di Dunia

By | January 25, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Fransiska Dimitri Inkirawang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) membuktikan bahwa jender tidak menghalangi mereka buat mengharumkan nama bangsa. Dua Srikandi muda ini baru saja menuntaskan pendakian ke lima dari tujuh puncak gunung tertinggi dunia. 

“Yang pasti bangga banget dapat bawa bendera Merah-Putih dan BRI di puncak gunung tertinggi di dunia. Sekaligus menjadi perempuan pertama di Indonesia yg mendaki tujuh gunung tertinggi di dunia,” kata Mathilda Dwi Lestari yg akrab disapa Hilda pada jumpa pers The Women of Indonesia Seven Summit Expedition, Gedung BRI I, Selasa (24/1/2016).

Kedua perempuan muda yg tercatat sebagai mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), sekaligus anggota dari Mahitala Unpar ini memulai perjalanan mereka dari tahun 2012. 

BACA JUGA: Dua Srikandi Indonesia Kibarkan Merah Putih di Puncak Antartika

Lima gunung tertinggi di dunia yakni Gunung Carstenz di Papua, Gunung Elbrus di Rusia, Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Gunung Aconcagua di Argentina, dan terakhir Gunung Vinson Massif di Antartika sudah mereka daki. 

“Tidak menyangka dapat sampai begini. Udah gunung kelima dan masih ada beberapa gunung lagi, butuh dukungan dari masyarakat Indonesia,” kata Hilda.

Menurut keduanya, sejauh ini gunung tersulit adalah gunung keempat yakni Aconcagua di Argentina.

“Ini gunung tertinggi di Amerika Selatan dengan ketinggian 6.192 mdpl. Karena semakin tinggi maka kapasitas oksigen semakin tipis di gunung itu. Kami juga mendapatkan badai pertama dengan kecepatan angin 40 kilometer per jam,” cerita Hilda.

Alhasil di gunung tersebut, Hilda dan Fransiska harus berpisah dengan rekannya Carolina yg tadinya ikut bergabung dalam ekspedisi tersebut.

BACA JUGA: Empat Srikandi UGM Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Salju India

“Pastinya sedih, ketika ia (Carolina) harus balik kanan dan kalian lanjut selalu karena dia sakit, seperti ada yg tertinggal. Sempat panik juga ketika melihat teman invalid di depan kita,” cerita Hilda. Carolina terserang Acute Mountain Sickness (AMS).

Masih ada beberapa gunung lagi yg harus didaki oleh Hilda dan Fransiska. Dua gunung terakhir adalah Gunung Everest di Nepal dan Gunung Denali di Amerika Utara, yg rencananya mulai didaki pada April dan Juni tahun ini. 

“Itu musim terbaik buat mendaki masing-masing gunung. Persiapan kurang lebih sama dan pastinya persiapan mental karena beberapa gunung ini adalah yg tersulit. Juga alat, karena semakin sulit butuh semakin banyak alat dan doa,” kata Hilda.


Sumber: Travel Kompas