Ketika Vandalisme Terpahat Di Koral Raja Ampat

By | February 5, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Tiga foto yg diunggah akun Facebook Stay Raja Ampat memperlihatkan vandalisme pada tiga koral berbeda di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (31/1/2017). Stay Raja Ampat menyebutkan lokasi vandalisme tersebut adalah Cape Kri, salah sesuatu titik penyelaman yg terletak dekat Pulau Kri, Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar.

Stay Raja Ampat sendiri yaitu akun Facebook resmi dari Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Percepatan Wisata Bawah Air Kementerian Pariwisata, Cipto Aji Gunawan.

“Kronologis yg ketika ini kita temukan, kejadian di depan Kri Resort yg dimiliki oleh salah sesuatu pioneer resort di Raja Ampat. Itu kejadian dua waktu dulu dan baru muncul setelah ada orang asing (pengelola situs Stay Raja Ampat) yg mengunggahnya ke media sosial,” kata Cipto ketika dihubungi KompasTravel, Jumat (3/2/2017).

BACA JUGA: Raja Ampat Menanti Jadi Tuan di Laut Sendiri

Orang yg mengunggah tiga foto tersebut adalah Doug Meikle, seorang Warga Negara Australia yg tinggal di Raja Ampat.

“Saya tak tahu pasti kapan koral rusak itu ditemukan. Jika Anda melihat dari komentar di postingan tersebut, tampaknya banyak orang yg telah melihatnya terlebih dahulu. Tampaknya pertama ditemukan antara Oktober hingga Desember tahun lalu,” tutur Doug yg menjadi admin Facebook dan situs resmi Stay Raja Ampat, kepada KompasTravel, Jumat (3/2/2017).

FACEBOOK/STAY RAJA AMPAT Tiga foto yg diunggah memperlihatkan vandalisme pada tiga koral berbeda di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Doug menjelaskan bahwa foto pertama diambilnya dari posting seorang pengguna Facebook bernama Norm Van’t Hoff. Norman menayangkan foto itu di Facebook pada 1 Desember 2016.

“Ya, aku mendapatkan foto pertama dari akun Norm Van’t Hoff. Selanjutnya akhir Januari, aku mendapatkan email berisi beberapa foto lainnya dari penyelam yg segera melihat koral tersebut. Baik Norm Van’t Hoff dan penyelam yg mengirimkan aku beberapa foto lainnya itu, menjepret foto itu sendiri di Cape Kri,” papar Doug.

BACA JUGA: Cerita Unik Pemandu Wisata Lokal soal Turis Asing di Raja Ampat

Koral yg dicoret itu diduga berada di titik penyelaman di sekitar Pulau Kri. Pria yang berasal Australia itu kemudian mengunggah tiga foto tersebut di akun Facebook Stay Raja Ampat, dengan harapan mampu menemukan pelaku vandalisme tersebut.

FACEBOOK/STAY RAJA AMPAT Foto pertama berasal dari postingan seorang pengguna Facebook bernama Norm Vant Hoff. Postingan itu diunggahnya pada 1 Desember 2016.

Foto-foto tersebut diambil di kedalaman 5-6 meter, tepat di bibir jurang dalam. Butuh waktu 15 menit bagi mencapai titik tersebut dari titik penyelaman Cape Kri.

“Anda mampu snorkeling di sana, tapi Cape Kri lebih terkenal sebagai dive site (titik penyelaman),” tambah Doug.

BACA JUGA: Tiga Desa di Raja Ampat dengan Tempat Snorkeling Dekat Dermaga

Jika keterangan yg disebutkan oleh sumber foto itu adalah benar, lanjut Doug, maka kemungkinan besar pelakunya adalah seorang diver alias penyelam.

“Jika keterangan dari sumber yg memotret koral itu benar, aku tak percaya hal itu dikerjakan oleh snorkeler. Anda harus menjadi snorkeler profesional dan memakai weight belt agar dapat memahat tulisan itu pada koral. Saya yakin (vandalisme) itu dikerjakan oleh diver, ” paparnya.

Kegiatan diving atau menyelam dengan baju selam dan bernafas dengan tabung oksigen. Hal ini berbeda dengan snorkling yg dapat diartikan sebagai menyelam di permukaan dengan cuma memakai perlengkapan snorkel.

Doug menuturkan, ini bukanlah vandalisme pertama yg ditemukannya di Raja Ampat. “Saya melihat banyak nama dipahat di rock walls di atas air. Namun ini adalah kali pertama aku melihatnya di bawah air,” tuturnya.

FACEBOOK/STAY RAJA AMPAT Stay Raja Ampat adalah situs non-komersil dan nirlaba yg bertujuan bagi mendukung usaha komunitas Raja Ampat buat membangun industri ekowisata.

Ketua Badan Pelaksana Asosiasi Usaha Homestay Lokal Kabupaten Raja Ampat, Laura Restikalso juga menyampaikan bahwa lokasi karang tersebut berada di kedalaman sekitar 5-6 meter. Laura sendiri menyayangkan temuan karang rusak tersebut.

“Kita posting sebagai awareness saja. Niatnya supaya tak terjadi lagi ke depannya. Mari kalian sama-sama jaga laut supaya supaya tetap cantik,” ujar Laura.

Stay Raja Ampat adalah situs non-komersil dan nirlaba yg bertujuan buat mendukung usaha komunitas Raja Ampat bagi membangun industri ekowisata. Stay Raja Ampat juga memberikan keterangan yg dibutuhkan oleh wisatawan di kepulauan tersebut.


Sumber: Travel Kompas