Kesejukan Bogor Menjelma Di Resto

By | February 21, 2017

BEGITU kata Bogor terlintas di pikiran, gambaran pohon-pohon yg besar dan tinggi, hamparan kebun teh di Puncak, serta gemuruh air terjun di kawasan Pegunungan Salak-Halimun pun bermunculan.

Kini, gambaran itu diadopsi dalam konsep sejumlah tempat kuliner di Bogor. Yuk, kami jelajahi!

Salah sesuatu tempat kuliner asyik itu ada di kawasan Pajajaran Raya, Kota Bogor. Begitu masuk dari Jalan Pajajaran, di kanan dan kiri jalan terdapat setidaknya empat atau lima restoran yg interiornya kelihatan jelas dari luar. Sebab, resto tersebut tak berdinding luar, pun tidak ada pintu dan jendela.

Tiadanya sekat tersebut membuat pertunjukan musik di resto itu dapat juga dinikmati oleh orang-orang yg berjalan kaki atau makan di warung tenda kaki lima di sebelahnya.

Resto itu memang dibangun sedemikian rupa agar ”menyatu” dengan dinamika di luar resto dan atmosfer lingkungan.

Sekarang mari kami mampir ke Two Stories Resto dan Cafe. Resto yg berdiri sejak beberapa tahun dahulu ini menggunakan ”The Rabbit” sebagai karakter khasnya.

Si Kelinci, kata Tomi, yg juga karyawan di situ, adalah simbol bahwa kalian masing-masing memiliki cerita yg mampu kalian bagikan dan menjadi berbeda saat diutarakan.

”Kelinci itu menjelma menjadi diri kami yg menyimpan banyak cerita. Kami menghadirkan suasana resto yg membuat pengunjung nyaman dalam berbagi cerita sambil menikmati berbagai cita rasa hidangan yg tersedia,” katanya.

Ruang terbuka resto ini, selain yg berada di halaman muka, juga berada di lantai dua, bersebelahan dengan ruang resto yg menjadi tempat pertunjukan musik.

Dari ruang terbuka itu, sambil menikmati udara dan langit Bogor, kalian pun menikmati musik.

Aneka perpaduan ini menghadirkan sebuah tempat yg nyaman bagi berbagi cerita dengan teman, kerabat, pasangan, atau keluarga.

Begitu juga di lantai tiga. Meski ukuran ruangan lebih kecil, rooftop resto ini tetap menawan. Sembari menikmati aneka hidangan grill, kalian mampu memandangi langit Bogor serta temaram ketika senja menghampiri.

Jika tak ingin terlalu diterpa angin, ada pilihan buat bercengkerama di lantai satu. Di sini, sejumlah meja kursi diatur sebagaimana meja kursi di ruang tamu rumah, lengkap dengan bantal-bantal kursi yg membuat ngobrol menjadi lebih santai.

Sebagian meja-kursi lainnya diatur seperti di ruang makan sehingga kami mampu ngobrol sambil berbagi makanan yg dipesan.


Sumber: Travel Kompas