Kemenpar Catat 12 Juta Lebih Wisman Datang Ke Indonesia

By | February 19, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menyampaikan 12.023.971 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia sepanjang tahun 2016.

Data tersebut didapatkan dari penggunaan metode pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan penggunaan metode Mobile Positioning Data (MPD).

“Kita tetap memakai data BPS tetapi lihat di Berita Resmi Statistik-nya. Jelas-jelas di sana dikatakan, belum dimasukkan empat persen. BPS mengatakan, 11,52 juta itu belum memasukkan empat persen. Sebenarnya 4,2 persen ya. Jadi tak ada perbedaan antara aku (Kementerian Pariwisata) dan BPS,” kata Pitana seusai Jumpa Pers di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Kamis (16/2/2017).

(BACA: BPS: 11,5 Juta Lebih Wisman Datang ke Indonesia)

Adapun BPS mencatat kunjungan wisman sepanjang 2016 sebanyak 11.519.275 orang. Data 4,2 persen yg dimaksud Pitana sebanyak 504.696 orang. Data itu adalah peningkatan akurasi data yg didapatkan dengan metode MPD.

“Artinya BPS tidak keberatan memasukkan data yg empat persen itu. Cuma karena aturan tak memungkinkan. Jadi jelas-jelas ada aturan BPS tak memiliki tugas backcasting dan forecasting. Meramal masa depan BPS gak boleh. Jadi tak ada mengada-ada, tak disembunyikan, tak dikarang-karang. BPS telah mencatat angka empat persen ini, 504.906 orang,” jelasnya.

KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Wisatawan Inggris di Benteng Marlborough, Bengkulu disambut dengan musik doll, Kamis (20/10/2016). Ratusan wisatawan Inggris ini datang di Pelabuhan Pulau Baai memakai Kapal Pesiar Caledonian Sky.

Pitana menyampaikan metode MPD akan digunakan BPS secara resmi akan bulan Oktober 2016. Penggunaan metode itu, menurut Pitana, sudah disetujui oleh Forum Masyarakat Statistik (FMS).

“BPS sebenarnya telah setuju dengan ekstrapolasi Januari-September 2016 sebesar 504 ribu (4,2 persen) itu, dan telah dipresentasikan di depan Forum Masyarakat Statistik (FMS) pada tanggal 8 Februari 2017. Hanya saja FMS belum merekomendasi angka 504 ribu itu bagi dimasukkan. Tetapi BPS maupun FMS mempersilakan Kemenpar memakai angka riil 12,023 juta itu bagi kepentingan pariwisata,” tambah Pitana dalam siaran pers Kemenpar pada hari yg sama.

(BACA: Rahasia Sukses Thailand Gaet Wisman Terbanyak di Asia Tenggara)

Pitana menyebut target kunjungan wisman sebanyak 12 juta pada tahun 2016 tercapai. Hal itu berdasarkan pencapaian wisman dengan metode pencatatan BPS dan MPD di perbatasan Indonesia.

Adapun penggunaan MPD digunakan pada 19 kabupaten yg tidak memiliki Pos Lintas Batas dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Kabupaten tersebut adalah Natuna (Kepulauan Riau), Sanggau (Kalimantan Barat), Malaka (Nusantara), Bengkayang (Kalimantan Barat), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), Pelalawan (Riau), Kupang (Nusantara), Rokan Hilir (Riau), Indragiri Hilir (Riau).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).

Berikutnya Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat), Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Lingga (Kepulauan Riau), Malinau (Kalimantan Utara), Boven Digul (Papua), Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Keerom (Papua), Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), dan Pegunungan Bintang (Papua).

Kepala BPS, Kecuk Suharyanto mengakui survei di perbatasan Indonesia belum maksimal. Oleh karena itu, lanjutnya, BPS memakai data roaming bagi meningkatkan akurasi data wisman.

“Yang perlu di-highlight akan bulan Oktober 2016, BPS kerja sama dengan Kementerian Pariwisata memakai data roaming. Ini digunakan di tempat Pos Lintas Batas yg tak milik tempat pencatatan imigrasi,” kata Suharyanto.

Hal itu, menurut Suharyanto, lantaran keadaan geografis Indonesia yg berbentuk kepulauan dan prasarana yg belum memadai buat memantau pergerakan manusia di wilayah perbatasan. Data roaming digunakan buat meningkatkan akurasi pencatatan data kunjungan wisman akan bulan Oktober.


Sumber: Travel Kompas