Kecewa Dengan Pelantikan Trump? Museum Di AS Tawarkan “Tempat Pelarian”

By | January 21, 2017

Bongarzonefuneralhome.us – Hari ini, Donald Trump resmi menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat. Trump mengadakan makan siang inaugurasi (inaugural luncheon) serta mengucapkan sumpah di West Lawn Capitol Building, Washington DC.

Pelantikan Donald Trump menuai protes dan demonstrasi. Oleh karena itu, dua museum di Amerika Serikat menyediakan “tempat pelarian” untuk siapa pun yg ingin “tutup mata” mulai realita pelantikan Trump.

BACA JUGA: Usai Dilantik, Ini Menu Makan Siang Pertama Donald Trump

Banyak institusi menawarkan harga tiket masuk pay-what-you wish (sukarela) pada hari ini, Jumat (20/1/2017). Beberapa galeri seni membuat instalasi yg berkaitan dengan ekspresi politik.

Mengutip situs Quartz Media, Whitney Museum di New York City memberi wadah buat penulis, seniman, dan aktivis bagi mengeluarkan pendapat dan idealisme mereka. Museum tersebut juga menjadi tempat diskusi panel yg membahas identitas, imigrasi, ras, dan demokrasi. 

The Brooklyn Museum, juga terletak di New York City, mulai memberikan suguhan pembacaan puisi sehari penuh. Puisi tersebut berjudul “Let America Be America Again” karangan Langston Hughes tahun 1935.

Baltimore Museum of Art (BMA) di Negara Bagian Maryland memiliki dua program, termasuk tur dan dua pertunjukan seni.

“Kami ingin seluruh orang tahu bahwa BMA adalah tempat yg aman dalam masa pergantian (jabatan presiden),” tutur Christopher Bedford, Direktur BMA dalam siaran pers yg dirilis situs resmi museum.

BACA JUGA: Seperti Apa Menu Makan Siang Pertama Para Presiden AS?

Rubin Museum of Art di New York merancang acara yg bertujuan bagi menenangkan jiwa. Mereka memajang beragam benda keramat dan kerajinan dari Pegunungan Himalaya. Rubin Museum juga menyelenggarakan kelas meditasi dan yoga bernama “Swear In, Breathe Out”.

“Pada ketika seperti ini, karya seni dari kalian berfokus pada pencarian kebijaksanaan dan rasa saling mengasihi,” tutur Executive Director Rubin Museum. 

Beberapa program yg disuguhkan sejumlah museum itu terinspirasi oleh J20 Art Strike, sebuah petisi yg dikeluarkan komunitas seniman di AS. Beberapa museum dan galeri seni sengaja ditutup pada hari ini.


Sumber: Travel Kompas