Kantin Bude, Hidangan Khas Melayu Di Tengah Kota Siak

By | January 23, 2017

SIAK, Bongarzonefuneralhome.us – Jangan menilai satu dari luarnya saja. Kalimat bijak tersebut juga berlaku ketika memilih makanan di suatu daerah. Misalnya ketika aku berkunjung ke Siak, Riau, Kantin Bude jelas bukan pilihan seandainya melihat penampakan luarnya saja.

“Kalau mau makan masakan Melayu ke Bude saja. Banyak makanan Melayu di sana,” kata penjual rujak yg aku temui di Siak, di sela perjalanan familiarization trip Pesonna Hotel Pekanbaru, Kamis (19/1/2017).

Sesuai saran masyarakat lokal, aku dan teman-teman media yang lain akhirnya coba buat menjajal masakan Bude yg tersohor ini. Namun ketika turun dari mobil, betapa terkejutnya kalian melihat bangunan Kantin Bude yg sangat sederhana. Bangunannya semi permanen, dengan tempat duduk dari plastik dan tiga meja makan kayu panjang.

Meski sederhana, nyatanya siang itu meja makan di kantin Bude penuh dengan konsumen. Setelah menunggu dan mendapat meja, kita akan dihidangkan belasan lauk pauk khas Melayu.

Dengan cekatan pelayan di Kantin Bude menghidangkan lauk pauk tersebut secara serentak, mengingatkan cara menghidangkan lauk di restoran Padang.

“Ini gulai siput, rendang kerang, asam pedas kakap, ikan senangin, bilis jengkol balado, gulai prio (pare), bawal goreng balado, ayam bakar, tenggek burung,” kata pelayan menjelaskan hidangan yg disajikan pada kami.

Air liur rasanya mau tumpah melihat penampakan belasan hidangan yg menggoda selera itu. Kami akhirnya segera menyerbu hidangan tersebut. Benar saja, segala hidangan memiliki rasa yg nikmat.

Sampai seorang teman aku berkata, “Rasanya ini makan siang dari liputan yg paling nikmat,” katanya.

Hidangan khas Melayu tersebut didominasi rasa asam dan pedas. Favorit aku adalah sambal jeruk kesturi yg rasanya luar biasa pedas, asam karena ada campuran irisan kulit jeruk, dan gurih dari terasi yg dioseng.

Sambal tersebut Kian tidak mengurangi nikmat lauk pauk, apalagi ikan senangin bakar yg berdaging empuk, tebal, dan tidak ada bau amis sama sekali.

Bude yg legendaris

Selesai makan, kalian mencari Bude, sang empunya kantin tersebut. Bude adalah wanita keturunan Jawa-Siak yg bernama asli Kemsiah. Bude memulai usaha berjualan makanan sejak tahun 1994.

“Saya telah jualan dari Kabupaten Siak masih jadi kecamatan. Masakan kampung Siak seperti inilah rasanya. Bapak Bupati kalau makan juga di sini,” kata Kemsiah yg lebih akrab disapa Bude.

Ia menyampaikan lauk andalannya adalah ikan tapah dan ikan baung dimasak gulai asam pedas. Ada juga sambal tanak tumis belacan yg dicampur pete, telor pyuh, dan ikan bilis. Juga sambal belacan terong asem.

“Sayang hari ini tidak ada ikan tapah dan baung di pasar. Sambalnya habis sebelum kami datang. Ada pindang biasa dan pindang serani juga, tapi hari ini tidak buat. Lain kali mampir lagi coba,” kata Bude.

Bongarzonefuneralhome.us/Silvita Agmasari Bude Kemsiah penjual hidangan Melayu di Siak, Riau.

Ia pun dengan ramahnya mengajarkan aku cara mengolah memasak ala Melayu. “Sebenarnya kalau telah biasa itu gampang sekali. Masakan melayu itu kuncinya pakai asam keping, daun salam, daun kunyit, dan daun serai,” kata Bude.

Sayangnya di usianya yg ke 67 tahun, Bude mengaku tidak ada penerus usaha berjualan makanan Melayu khas Siak.

“Anak aku guru, mantu aku pegawai daerah, tak ada penerusnya,” kata Bude sambil tersenyum.

Padahal usaha makanannya tersohor di kalangan masyarakat Siak dan sekitar. Dalam sehari Bude bisa mengolah lebih dari tujuh kilogram nasi dan sepuluh kilogram ikan tapah. Padahal jam buka kantin terhitung sebentar, pukul 11.00-16.00.

Jika berkunjung ke Siak bagi dan ingin mencicipi masakan khas Melayu, tidak ada salahnya mampir ke Kantin Bude yg terletak di Jalan Datuk Kampar, di seberang alun-alun kota Siak.

Harga makanannya juga cukup bersahabat. Lauk paling mahal adalah ikan tapah yg dihargai Rp 40.000 per porsi.  


Sumber: Travel Kompas