Jelawat Dan Sate Tulang Nan Eksotis

By | March 1, 2017

KALIMANTAN tidak cuma lekat dengan keelokan alam dan kekayaan sungainya. Dari sana, aneka kuliner lezat pun tercipta.

Aroma kenikmatan kuliner yang berasal Kalimantan akan bertaburan di sekitar kita. Dalam sepiring makanan, kalian diajak mengenal Borneo.

Harum bawang putih, serai, dan jahe menyeruak bersama datangnya seporsi ikan tim. Ikan utuh berukuran 25 sentimeter itu ”berenang” di atas kuah berwarna coklat kehitaman. Asap tipis meninggalkan kuah yg masih meletup-letup.

Hangatnya ikan tim ini sungguh sayang seandainya diabaikan sedetik jua. Daging ikan berwarna putih langsung terangkat bersama kuahnya. Rasa segar dan nikmat segera menyapa lidah di suapan pertama.

Sepintas, ikan itu mirip dengan ikan bandeng. Hanya bagian perutnya lebih lebar. Juga sisiknya tebal. Rupanya, itu adalah ikan jelawat yg asli Kalimantan.

(BACA: Menikmati Menu Ikan Bakar Sekali Mati di Manado)

Di tangan koki Warung Rawit di Flavor Bliss Alam Sutera, Serpong, ikan itu tidak cuma nikmat disantap, tapi juga enak dipandang.

Taburan bawang putih cincang dan irisan bawang merah goreng ditaburkan di atas ikan. Beberapa bawang putih utuh yg dikeprak sekali, irisan serai, dan jahe juga dipadukan di situ hingga sisik si jelawat cuma tampak samar.

Meskipun besar, sisik ikan ini sangat enak dimakan karena tak keras.

Adapun kuah yg menemani ikan tim ini yaitu perpaduan kecap dan sejumlah saus.

”Ini ikan sungai asli dari sungai di Kalimantan. Ikan ini memang dipasok segera dari Kalimantan,” kata Liza Djohan, pemilik Restoran Warung Rawit, Flavor Bliss Alam Sutera, Kamis (23/2/2017).

Selain ikan tim, sayur pakis asli dari Kalimantan juga mampu dijumpai di sini. Pakisnya panjang dan langsing dengan kuncup serupa kancing yg belum mekar. Pakis ini berbeda dengan pakis yg ada di Jakarta.

KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU Suasana Warung Rawit yg menyajikan kuliner khas Kalimantan.

Sayur pakis diolah dalam tiga variasi menu, salah satunya cah sayur pakis udang singkawang. Sesuai namanya, pakis dan udang ditumis dengan bawang putih.

Sebagai pelengkap, ditambahkan potongan cabai merah. Pengolahan yg pas membuat pakis masih krenyes ketika dikunyah.

Pilihan menu yang lain adalah ayam goreng singkawang, gulai keong nenek, gurami kare singkawang, dan gurami asam pedas. Nikmati juga sup sayur asin yg dimasak bersama ikan kakap atau gurami. Rasanya, asam dan segar.

Sebagai pelengkap, jus kedondong kiamboi atau jeruk Pontianak dapat dipilih. Bagi penikmat kopi, tidak ada salahnya mencicipi khasnya kopi Kalimantan.

Liza mengatakan, pakis, kopi, dan aneka bumbu, seperti terasi, segera didatangkan dari Kalimantan. Sebab, setiap bahan itu memiliki cita rasa khas yg tidak mampu tergantikan dengan bahan dari Jakarta dan sekitarnya.

Warung Rawit di Flavor Bliss beroperasi sejak tahun 2011. Berkapasitas 250 orang, Warung Rawit ini buka setiap hari akan pukul 10.00 sampai pukul 22.00 (Senin hingga Kamis) atau pukul 00.00 pada akhir pekan.

Di Jakarta, restoran senama tapi yang lain pengelola itu ada di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara; dan Taman Palem, Jakarta Barat.

Sate tulang

Di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, warung tenda Eldorado juga menawarkan menu yang berasal Kalimantan, tepatnya Banjarmasin. Namanya sate tulang.

Asap dari sate tulang yg sedang dipanggang terbawa angin hingga memenuhi halaman apartemen Wisma Gading Permai di Jalan Boulevard Raya, tempat warung ini berada.

Berselang 10 menit sejak memesan, 10 tusuk sate tulang beserta sausnya tersaji di atas meja. Sate terpanggang cukup sempurna dan selalu menguarkan aroma harum rempah-rempah.

Nama sate tulang bukanlah kiasan. Sekitar 60 persen dari sate berukuran besar tersebut memang berupa tulang, sedangkan sisanya daging ayam. Hampir di setiap gigitan, kami bakal mendapati tulang yg keras.

Namun, justru di tulang ayam itulah letak kenikmatan sate ini. Sebab, bumbu yg meresap pada tiap potongan tulang ini amat nikmat disesap dalam-dalam.

KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA Juru masak di warung tenda Eldorado mengoleskan bumbu pada sate tulang yg sedang dipanggang, Kamis (23/2/2017), di halaman Apartemen Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Selain itu, saus sate bukan sambal kacang seperti pada sate madura, tapi saus berwarna kemerahan.

Rasanya mirip saus sambal kemasan, tapi ternyata saus itu buatan sendiri, asli resep keluarga pemilik Eldorado.

Untuk hidangan sate tulang, Eldorado cuma memakai bagian punggung ayam yg dipotong-potong kemudian ditusuk sesuatu per sesuatu di batang sate.

Pengelola Eldorado, Stevanus YD Isman, mengatakan, buat menghasilkan sate tulang yg membuat ketagihan, ada beberapa kali proses pemanggangan, yakni sebelum disajikan dan setelah dipesan pelanggan. Itu membuat bumbu meresap hingga ke tulang.

Di Banjarmasin, menu sate tulang telah langka. ”Di dalam kotanya telah sulit menemukan sate tulang,” ujar Stevanus.

Warung tenda Eldorado buka setiap hari akan pukul 18.00 sampai pukul 23.00. Selain sate tulang, warung ini juga menyediakan soto banjar dan aneka pilihan sate lainnya. (PINGKAN ELITA DUNDU/J GALUH BIMANTARA)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 25 Februari 2017, di halaman 27 dengan judul “Jelawat dan Sate Tulang nan Eksotis”.


Sumber: Travel Kompas