Harum Kopi Di Tengah Pasar

By | March 3, 2017

WARUNG Kopi Lawoek ibarat oase kecil di tengah keriuhan Pasar Kliwon, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Sembari mengistirahatkan badan setelah menembus keramaian orang ataupun usai berbelanja, kami mampu tenang memesan, menyeruput, sekaligus menghirup wangi dari cappucino, macchiato, vietnam drip, atau sekedar hot chocolate.

Warung Kopi Lawoek adalah warung kopi sederhana, los mungil berukuran 1 x 2,5 meter di sudut pasar. Menyajikan minuman kopi dan cokelat ala kafe, warung ini tak kelihatan mewah atau mencolok.

Sebaliknya, kelihatan biasa saja, ”bertetangga” dengan los tahu yg tepat berada di samping dan los ikan asin yg tepat berada di depannya.

Dengan lokasinya tersebut, tidak heran beragam aroma dari tetangga tersebut sesekali menghambur ke hidung, ”meramaikan” aroma dari kopi atau cokelat yg terhidang.

Sama seperti los-los lainnya, bagian depannya cuma yaitu petak berlapis keramik berwarna hijau, yg kemudian padat diisi dengan deretan toples plastik dan kaca berisi kopi bubuk dan roasted beans coffee.

Hanya ada beberapa kursi kayu yg disediakan buat pelanggan. Jika ada pengunjung berlebih, kursi-kursi yang lain mampu ”dikerahkan” dengan meminjam dari los tetangga.

Dengan kesederhanaannya, ngafe di warung ini terasa berbeda.

Bukan dipadati anak-anak gaul atau pebisnis, di warung ini kalian mampu ngopi bersebelahan dengan pedagang, pegawai kelurahan, ibu rumah tangga, atau tukang kredit.

Sesekali, cangkir-cangkir pun berseliweran ke luar warung, berisi kopi pesanan dari pedagang-pedagang lainnya. Di sana, ngopi ala kafe dapat dikerjakan oleh siapa saja.

Ngopi di tempat itu juga mampu dikerjakan dengan gampang sebagai selingan di antara aktivitas keseharian berdagang atau berbelanja.

Bambang Sujatmiko (46) adalah salah sesuatu yg melakukannya. Pria yg sehari-hari bekerja di Tabalong, Kalimantan Selatan, itu mengatakan, Warung Kopi Lawoek ”ditemukannya” ketika dirinya menemani istrinya berbelanja ke pasar.

Belakangan, kebiasaan ngopi di pasar terus diulangnya setiap kali dia cuti bekerja dan pulang ke Temanggung.

Aktivitas di pasar yg riuh rendah berikut beragam aroma ”khas” di pasar jadi tambahan sensasi tersendiri ketika ngopi.

Ayu (24), pelanggan lainnya, merasa bersyukur ada Warung Kopi Lawoek yg berlokasi di tengah pasar.


Sumber: Travel Kompas