Gedung Tua Di Kota Lama Semarang Mulai Dimanfaatkan

By | February 26, 2017

Semarang, Bongarzonefuneralhome.us – Upaya menghidupkan kembali roh Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah perlahan akan terealisasi.

Salah sesuatu perusahaan punya negara ikut menolong revitalisasi, dengan menjadikan salah sesuatu gedung tua di kawasan itu sebagai tempat perkantoran baru.

Gedung tua yg dimaksud berada di Jalan Mpu Tantular, yg digunakan sebagai kantor PT Phapros Tbk, anak usaha PT Rajawali Nasional Indonesia (RNI) Group.

Gedung tua itu menjadi salah sesuatu gedung bersejarah yg sudah difungsikan kembali, dengan tanpa mengubah unsur sejarahnya.

Pemerintah Kota Semarang pun menyambut baik dukungan ini. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersyukur ada dukungan dari Phapros yg memakai gedung tua sebagai kantornya.

(BACA: Ngopi Sambil Menikmati Suasana Kota Lama Semarang)

Penggunaan gedung itu secara tak segera membuat aktivitas di kawasan tersebut bergeliat. Ia mengapresiasi, karena gedung-gedung tua yg terkesan menyeramkan itu akan berubah. Cat-cat gedung diganti dengan yg baru. Wajah gedung tidak lagi menyeramkan.

“Revitalisasi kawasan Kota Lama tak saja perlu cat buat me-make up dan mempercantik. Tetapi, aku harap agar rohnya tetap ada. Jadi tak cuma diperbaiki, dicat, tapi juga ada aktivitas yg selalu dijalankan,” kata Hendrar, Sabtu (25/2/2017).

Revitalisasi gedung tua hingga ketika ini masih sangat diperlukan buat menunjang Kota Lama sebagai kota warisan budaya. Pemerintah pun mulai memberi insentif buat para pihak yg ingin menghidupkan lagi gedung tuanya.

Terkait pengaktifan lagi gedung tua, Pemkot Semarang tak lagi memungut Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Insentif diharapkan dapat mendorong pemilik bagi menghidupkan lagi gedung-gedung tuanya.

“Kami juga selalu menyiapkan infrastruktur agar para pemilik gedung tak selalu mengeluh soal rob, penerangan jalan,” kata dia.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Wisatawan mengunjungi Taman Srigunting yg berada di kawasan Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/7/2016).

Berkat insentif itu, ketika ini sudah ada 21 pemilik gedung yg melakukan pengurusan izin buat kegiatan usaha. Gedung-gedung tua mulai kembali difungsikan bagi menjadi tempat nongkrong, baik kafe maupun restoran.

“Kami mengkaji dan berupaya agar kota lama ini dapat dipercantik, termasuk kajian persiapan city walk,” ujarnya.

Sejumlah gedung tua lainnya juga tampak telah akan dipugar. Salah satunya yg telah direvitalisasi dan dimanfaatkan ialah Gedung Tiga Dimensi.

Direktur Utama PT RNI Group Didik Prasetyo mengatakan, pemanfaatan gedung tua di Kota Lama sebagai salah sesuatu upaya menolong Kota dalam menata kawasan. Selain itu, pemanfaatan gedung juga mengoptimalkan aset yg dimiliki.

“Pemanfaatan ini sebagai wujud kita atas upaya Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng dalam merevitalisasi Kota Lama sebagai pusat wisata heritage. Ke depan, kalian mulai revitalisasi aset kalian di Jalan Swari dan Jalan Kepodang,” kata Didik. 


Sumber: Travel Kompas