Diperlukan Kolaborasi Antarnegara Perkuat Pengembangan SDM Aplikasi

By | January 27, 2017

Harus diakui, Indonesia masih kalah jauh dengan luar negeri dalam hal pengembangan aplikasi mobile. Hal ini tentu saja berdampak pula terhadap keseluruhan ekosistem dalam pengembangan aplikasi mobile. Utamanya dalam masalah ini adalah sumber daya manusianya (SDM).”In every industry, kalian terus ketinggalan dalam soal man power. I mean, ini salahnya kalian sendiri sih. Kadang-kadang kami males belajar, kuliah juga sampai tujuh tahun. No body cant be blamed,” ujar CMO GDP Venture Danny Wirianto kepada awak media usai acara konferensi pers The Global Mobile App Summit and Awards (GMASA) 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (26/1).Dikatakannya, Asean Free Trade Area (AFTA) yg sudah diberlakukan sekarang ini, setidaknya dapat menjadi cambuk bagi mengejar ketertinggalan yg terlanjur jauh. Misalnya saja dengan Jepang dan Tiongkok yg jauh tertinggal.”Tetapi Indonesia dapat mengejar ketertinggalan itu dalam jangka waktu tiga tahun,” jelas dia.Kendati demikian, bukan berarti sumber daya manusia negeri ini buruk. Ada sisi yg perlu dikritisi dan sisi yg selalu didukung. Jika dari sisi kritis, selain kemauan bagi belajar juga diperlukan peningkatan dari produktivitas serta kedisiplinan.”Kamu tahulah, dalam soal disiplin, detail, dan waktu. Datang rapat aja telat. Tapi dari sisi kelebihan kalian itu adalah milik market besar dan jago di sisi kreatif. Sayang, kalian menyebalkan dalam hal eksekusi, terang dia.Maka dari itu, dibutuhkan kolaborasi dengan negara-negara yang lain agar dari sisi kekurangan dapat didongkrak menjadi lebih baik. Misalnya saja dengan India. Menurut Founder and Chairman GMASA, Venkatesh CR, India lebih unggul dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur ekosistemnya. Dari sisi ini barangkali dapat dijadikan kolaborasi antar negara sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya.Baca juga:
Hiruk pikuk Pilkada bikin e-commerce mengelus dada
IESE 2017 kembali digelar Mei mendatang
BeKraf sebut tengah mengkaji rencana pendanaan ke startup
BPJS ketenagakerjaan gandeng Tokopedia & GIZ berdayakan disabilitas
UC Web berencana investasi Rp 400 M bagi pasar Indonesia dan India
MataRakyat, solusi Quick-Real Count Pilkada DKI Jakarta
Marketplace Ekrut jadi investasi perdana East Ventures di 2017


Sumber: Merdeka