Digigit Kutu Busuk Saat “Traveling”, Apa Yang Harus Dilakukan?

By | March 29, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Masih ingat betul, saat berlibur ke daerah pedalaman Sumatera dan berada di bus antar-provinsi, kaki aku mengalami rasa gatal yg parah.

Semalam suntuk aku menggaruk kaki saya. Aneh, padahal aku mengenakan celana panjang, tidak mungkin digigit nyamuk.

Saat sampai di tujuan, ada sekitar sepuluh bekas gigitan di bagian kedua betis. Kulit bengkak, gatal, dan tampak bekas gigitan dengan lubang yg lebih besar dari gigitan nyamuk.

Rasa gatal tersebut bertahan hingga beberapa minggu, hingga akhirnya aku ke dokter dan diberi penanganan bagi gigitan kutu busuk. 

Sejak ketika itu aku menjadi lebih hati-hati ketika traveling. Kutu busuk, memang mampu berada di berbagai tempat.

(BACA: Mau Tahu Cara Mendeteksi Kutu Busuk Saat Traveling? Ini Tipsnya)

Celakanya, tidak cuma di kasur, kutu busuk juga mampu berada di sarana transportasi dan fasilitas umum seperti kursi bus, kursi pesawat, kursi bioskop, tirai, dan masih banyak lainnya.

“Kutu busuk terus berpindah tempat. Cara mereka berpindah adalah lewat manusia dan barang bawaan mereka. Misal koper atau pakaian. Cara terbaik adalah melakukan pemeriksaan saat di hotel dan setelah Anda sampai rumah,” kata ahli serangga Paul Curtis.

huffingtonpost.com Kutu busuk.

Apabila digigit kutu busuk, yg terkenal gemar menghisap darah manusia dan hewan, Curtis menyampaikan mulai timbul rasa gatal yg sangat parah, bengkak pada kulit, dan meninggalkan bekas.

Pada dua orang mulai timbul efek lebih parah karena faktor alergi. Oleh karena itu ada baiknya langsung pergi ke dokter bagi mendapat penanganan yg tepat.

Langkah selanjutnya yg harus dikerjakan adalah cuci langsung barang bawaan Anda ketika traveling dengan sabun dan air panas.

Apabila masih ada tanda kutu kasur, langsung telepon pembasmi serangga. Sebab kutu kasur mampu bertahan hingga sepuluh bulan dan memiliki fase bertelur yg cepat.

Cara mencegah terbawa kutu kasur ketika traveling di masa mendatang adalah dengan memakai koper berbahan keras dan melakukan pemeriksaan ketika pertama kali check in di lokasi penginapan Anda.


Sumber: Travel Kompas