Di Luar Jawa 100 Persen Pengguna Smartfren Pakai Layanan 4G

By | January 26, 2017

VP Brand and Communications Smartfren, Derrick Surya mengatakan, ketika ini semua pelanggan mereka yg berada di luar Pulau Jawa, sudah memakai layanan 4G LTE. Praktis, pengguna mereka di sana tak ada yg memakai CDMA.”100 persen di luar Jawa telah 4G,” katanya kepada awak media usai acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/1).Namun, hal itu berbeda saat di Pulau Jawa. Kata dia, masih ada pelanggan Smartfren yg memakai CDMA di Pulau Jawa. Sayang, pihaknya tidak merincinya secara detail. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak, masih sekitar 10 persen.”Kita masih tetap ada pelanggan CDMA di Pulau Jawa yg di-service. Ini karena mereka masih ingin bertahan,” terangnya.Pihaknya pun tidak ingin gegabah buru-buru ‘membunuh’ pengguna layanan CDMA yg masih tersisa. Dia pun mencontohkan operator selular di luar negeri yg notabene masih ada pelanggannya yg memakai CDMA. Namun, bukan berarti seiring perkembangan teknologi baru, pelanggan lama diacuhkan.”Di luar negeri sama juga. Walaupun mereka telah beralih ke new technology, tetapi masih ada pelanggan yg stay dan mereka masih melayani itu,” ujar dia.Kendati demikian, di tahun ini mereka mengklaim mulai berusaha mengajak pengguna CDMA bagi berpaling ke layanan 4G. Maka dari itu, mereka pun gencar menawarkan program-program yg menarik agar para pelanggan mau menjajal layanan 4G. Salah satunya seperti yg dikerjakan pihaknya ketika ini yakni menawarkan program promo gratis internet setahun (GIS) serta tiga perangkat 4G baru merupakan Andromax L dan Andromax B, serta Andromax MiFi M3S.”Sekarang kita sedang melakukan program migrasi tahap II buat pelanggan yg CDMA agar mau beralih ke 4G,” tuturnya.Baca juga:
Secara bertahap, Tri akan matikan jaringan 2G
Tri rilis program Isi Ulang Enjoy beri kejutan berlipat
Indosat Ooredoo dan Thuraya kembangkan layanan baru lewat satelit
Indosat Ooredoo sebut sejak tahun 2016 terapkan teknologi 4.5G
Indosat Ooredoo rangkul komunitas drone
Smartfren minat sisa frekuensi 2,3 GHz yg mulai dilelang


Sumber: Merdeka