Cok Ace: Wisatawan Timur Tengah Di Bali Masih Bisa Ditangani

By | February 24, 2017

JAKARTA, Bongarzonefuneralhome.us – Kemampuan pemandu wisata berbahasa Arab dinilai belum menjadi kendala buat aktivitas wisata di Bali.

Sejauh ini, pelaku pariwisata akan hotel maupun restoran masih mampu mengakomodir kebutuhan wisatawan dari Timur Tengah seperti dari Arab Saudi di Bali.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace ketika dihubungi KompasTravel, Kamis (23/2/2017).

“Jumlah pemandu wisata berbahasa Arab belum banyak di Bali. Jadi sekarang yg kelihatan masuk ke Bali telah mampu bepergian sendiri,” kata Cok Ace.

(BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng)

Ia menyebut wisatawan Timur Tengah berbeda secara gaya liburan dengan wisatawan dari China.

Menurutnya, wisatawan China di Bali baru membuka diri bagi liburan dua waktu yg lalu. “Kalau wisatawan dari Arab itu modern. Mereka bahasanya Inggris,” tambahnya.

Ia menyampaikan bahasa Arab belum menjadi kendala untuk pelaku pariwisata di Bali. Menurutnya, wisatawan Timur Tengah yg berlibur di Bali masih mampu dilayani dengan bahasa Inggris.

ARSIP KOMPAS TV Salah sesuatu bangunan berbentuk candi batu yg dibuat dari tanah galian pengairan kebun di area rumah pohon yg berada di Desa Batu Dawa, Tulamben, Karangasem, Bali.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan turis Muslim dari Timur Tengah hingga 400.000 orang pada tahun 2017.

“Untuk Timur Tengah kalian targetkan 300.000 sampai 400.000 wisatawan. Market-nya Timur Tengah itu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar,” kata Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan kepada KompasTravel seusai acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, pasar turis Muslim mancanegara dari Timur Tengah berada di posisi ketiga berdasarkan prioritas. Riyanto menyampaikan target pasar secara jumlah, pasar Asia menjadi nomor sesuatu dan diikuti pasar Eropa.


Sumber: Travel Kompas