BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Tokopedia Dan GIZ Berdayakan Disabilitas

By | January 25, 2017

BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Tokopedia dan Social Protection -yang diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft fr Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH – Programme menyelenggarakan serangkaian kegiatan pelatihan untuk penyandang disabilitas di Yayasan Annika Linden, Bali (24/1). Inisiatif ini yaitu tindak lanjut program GN Lingkaran yg dilaksanakan Desember 2016 silam—BPJS Ketenagakerjaan, bekerja sama dengan BPD Bali dan BNI, memberikan bantuan iuran program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja penyandang disabilitas.”Kegiatan ini adalah wujud nyata perhatian BPJS Ketenagakerjaan buat memberikan perlindungan menyeluruh kepada para pekerja di Indonesia. Diharapkan dengan melakukan inisiatif-inisiatif strategis seperti ini, dalam jangka pendek mampu memberdayakan penyandang disabilitas melalui penciptaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan buat penyandang disabilitas, dan dalam jangka panjang bisa meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas secara ekonomi, sosial dan budaya,” ujar Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banuspa Kuswahyudi.Peserta pelatihan kali ini berasal dari berbagai yayasan penyandang disabilitas di Bali, antara yang lain Yayasan Bunga Bali, Yayasan Bhakti Senang Hati, Yayasan Cahaya Mutiara, Yayasan Peduli Kemanusiaan dan Yayasan Puspadi. Mayoritas tuna daksa dan dua tuna grahita (Yayasan Peduli Kemanusiaan) yg sudah memiliki skill dalam mengembangkan produk sesuai dengan keterampilan masing-masing.Meskipun sudah memiliki kompetensi dalam pengembangan produk, namun terdapat tantangan besar yg masih dihadapi, salah satunya adalah soft skill dalam pendistribusian dan penjualan produk. Dalam menjawab tantangan ini, Tokopedia selaku e-commerce terbesar di Indonesia dilibatkan buat mendukung terwujudnya kemandirian para penyandang disabilitas dalam menghadapi ekonomi digital melalui pelatihan pemanfaatan internet dalam berbisnis online.”Misi kita adalah pemerataan ekonomi digital. Kami ingin memastikan siapa saja dapat mewujudkan mimpi buat membangun bisnis, dimulai dari Tokopedia; siapa saja mampu menikmati pengalaman berbelanja online yg transparan, efisien dan aman, dimulai dari Tokopedia. Kami yakin setiap individu dapat menciptakan peluangnya masing-masing, tak terkecuali penyandang disabilitas,” tutur Communications Lead Tokopedia Siti Fauziah.Pelatihan tersebut di sisi yang lain juga didukung oleh GIZ melalui kegiatan peningkatan kapasitas serta assessment penciptaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yg kondusif buat pekerja penyandang disabilitas. Inklusivitas penyandang disabilitas, khususnya dalam program perlindungan sosial, adalah salah sesuatu dukungan penting Pemerintah Republik Federal Jerman kepada Pemerintah Indonesia sejak tahun 2010.”Melalui Program Perlindungan Sosial/Social Protection Programme (SPP), kalian kita berusaha mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja dengan disabilitas maupun kemandirian penyandang disabilitas buat berwirausaha, yg selanjutnya mulai berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi penyandang disabilitas”, tutup Frank Schneider selaku Deputy Director, Social Protection Programme, GIZ.Baca juga:
UC Web berencana investasi Rp 400 M bagi pasar Indonesia dan India
Bos Bukalapak: Situs down sejam saja dihujat konsumen dan pelapak
Konsumsi konten digital di tahun 2017 diprediksikan meningkat
Tri sebut lakukan inkubasi ke empat startup ini
Ingin bikin startup? Ini 4 tren visual marketing mulai viral di 2017!
Anda dokter atau tenaga medis? Startup dapat jadi ladang baru Anda!


Sumber: Merdeka