Begini Kata Bos Qlue Soal Penghentian Laporan RT/RW

By | January 19, 2017

Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 903 Tahun 2016 yg mengatur Pemberian Uang Tugas dan Fungsi Rukun Tetangga dan Rukun Warga, mewajibkan RT/RW melaporkan perkembangan kejadian/ keadaan / kegiatan di wilayahnya melalui aplikasi Qlue dan laporan tersebut mulai berkaitan dengan insentif uang operasional.Beberapa bulan setelah dijalankan, Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 903 Tahun 2016 ini dilihat belum dapat efektif baik dari segi sistem dan sosialisasi, sehingga Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2432 2016 yg mengembalikan sistem laporan RT/RW ke sistem manual.Hal ini menuai kontroversi di berbagai pihak. Sebagian masyarakat menyayangkan dihentikannya laporan RT/RW lewat Qlue, namun sebagian lagi merasa penghentian laporan RT/RW ini keputusan yg tepat. Melalui voting di aplikasinya, Qlue mendapatkan 41 persen pengguna Qlue setuju atas penghentian aturan laporan RT/RW lewat Qlue dan 59 persen lagi menyampaikan kecewa atas penghentian aturan tersebut.”Sebenarnya perlu dilanjutkan, namun regulasi tersebut perlu diperbaiki terutama terkait program-programnya seperti diwajibkan tiga kali lapor cuma mulai membuat RT/RW mencari-cari bahan postingan. Sehingga menurutnya perlu dikerjakan peninjauan kembali terhadap kebijakan tersebut,” ujar Ketua RW 11 Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur.Sementara, RaMa Raditya, Founder & CE Qlue Indonesia mengatakan, kenyamanan dan keamanan di dalam sebuah lingkungan sebenarnya bukan cuma tanggung jawab RT/RW semata. Melainkan tanggung jawab bersama.”Jadi kalian dari Qlue berharap ini bukan soal peraturan dan pemerintah, tetapi tentang kesadaran dan kepedulian segala lapisan masyarakat terhadap lingkungannya sendiri. Jadi RT/RW atau warga yg memang peduli lingkungannya, kita yakin mulai tetap memanfaatkan aplikasi Qlue dengan atau tanpa peraturan pemerintah,” tuturnya melalui informasi resminya kepada Merdeka.com, Kamis (19/1).RaMa menjelaskan lebih lanjut bahwa aplikasi Qlue sendiri sudah melakukan peningkatan fitur agar warga dapat lebih peduli lingkungan dimulai dari diri masing-masing dalam lingkup kehidupan bertetangga.”Dengan fitur-fitur ini diharapkan warga bisa menengok kembali ke lingkungan sendiri. Sekali lagi, kita yakin kepedulian dan perubahan baik pada lingkungan bukan soal peraturan atau pemerintah semata, tetapi soal semangat menciptakan lingkungan layak hidup para penghuninya,” kata dia.Qlue mencatat, meski telah tak diwajibkan, masih ada 30.102 laporan dari akun RT/RW yg masuk di bulan Januari.”Angka ini terus menjadi acuan kami. Jumlah postingan tanpa peraturan, justru memberikan insight tersendiri mengenai kepedulian warga terhadap lingkungannya,” jelas RaMa.Baca juga:
Canggih, aplikasi ini mampu deteksi emosi binatang
Pengguna aktif PhotoGrid di Indonesia diklaim mencapai 10 juta
Aplikasi foodtech Zomato kian fokus kembangkan pasar di Indonesia
Gandeng Microsoft, anak bangsa luncurkan aplikasi Wmotion
Kemkominfo soal Bigo Live: Aplikasi belum diblokir, fokus di situs


Sumber: Merdeka